Breaking News:

Bangkitkan Sektor Pariwisata Pemda Harus Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Pemda harus bahu membahu menerapkan protokol kesehatan tempat wisata serta tidak segan mempromosikan bahwa objek wisata di daerahnya aman dikunjungi.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi: Pengunjung terlihat bersua foto berlatar Gunung Sumbing di Desa Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (3/10/20). Desa Butuh kini di kenal dengan sebutan Nepal Van Java karena panorama yang di suguhkan mirip di Pegunungan Himalaya. Jika musim kemarau suhu di Desa Butuh bisa mencapai 10 C. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terdampak oleh wabah Covid-19.

Untuk membangkitkan sektor tersebut pemerintah daerah harus bahu membahu menerapkan protokol kesehatan tempat wisata serta tidak segan mempromosikan kepada khalayak ramai bahwa objek wisata di daerahnya aman untuk dikunjungi.

"Seluruh Pemda harus meyakinkan kepada calon pengunjung bahwa tempat (wisata) ini aman dengan menerapkan aturan protokoler dengan ketat," kata Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Semarang Benk Mintosih dalam pernyataannya kepada Tribun, Selasa (24/11/2020).

Dia optimistis, dengan melakukan upaya tersebut tempat-tempat pariwisata bisa kembali hidup.

Alasannya, karena masyarakat saat ini di satu sisi ingin sekali pergi berlibur setelah berbulan-bulan terpaksa tidak bisa ke mana-mana karena wabah.

Baca juga: PHRI Keluhkan Masih Banyak Hotel dan Restoran Belum Terima Dana Hibah Pariwisata

Tetapi di sisi lain, mereka takut akan tertular virus corona.

Lebi jauh Benk mengatakan, kepercayaan akan rasa aman dari Covid-19, saat ini, menjadi faktor yang mutlak dimiliki setiap calon pengunjung tempat pariwisata.

Kepercayaan itu menurut Benk harus dibangun melalui promosi oleh setiap Pemda.

"Seluruh dinas pemerintah harus berlaku (berperan) dua sisi sekaligus. Satu, setiap dinas harus menjadi dinas pariwisata. Kedua, setiap dinas harus jadi satgas covid," ujar Benk.

Selama wabah, banyak pelaku usaha di sektor pariwisata yang babak belur terkena dampak.

Untuk itu, Benk menilai diperlukan stimulus berupa subsidi listrik dan pajak dari pemerintah bagi pelaku usaha di sektor pariwisata.

"Kalau usaha pariwisata itu paling besar pengeluarannya di listrik, kemudian pajak. Minimal harus ada stimulan berkelanjutan untuk itu," ujar Benk.(Willy Widianto)

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved