Breaking News:

Ketika Menkeu Ditanya Anak SD: Kalau Kekurangan Uang, Apa yang Akan Dilakukan Negara?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan pertanyaan dari siswa sekolah yang turut serta dalam program Kemenkeu Mengajar.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan pertanyaan dari siswa sekolah yang turut serta dalam program Kemenkeu Mengajar.

Dua dari ribuan siswa yang mengikuti program tersebut secara virtual memberi pertanyaan kepada Bendahara Negara itu terkait pengelolaan uang negara.

Tepatnya, keduanya menanyakan mengenai strategi Sri Mulyani dalam mengelola APBN, terutama jika Indonesia mengalami kekurangan uang.

Baca juga: Supaya Indonesia Menjadi Negara Maju, Menkeu Sri Mulyani: Butuh Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Baca juga: Janet Yellen Ditunjuk Bidden Jadi Menkeu AS, Ini Kata Sri Mulyani

"Bagaimana cara mengatur keuangan negara dan kalau negara kekurangan uang, apa yang akan dilakukan negara bu?," ujar siswa SD Berkarakter Al Biruni, Kaisar, Senin (30/11/2020).

Serupa dengan pertanyaan Kaisar, Hana, siswi SMP Muhammadiyah 2 Depok menanyakan penyebab pendapatan negara lebih sedikit dari belanja negara.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sri Mulyani pun menjelaskan, dalam proses penyusunan APBN, pihaknya melibatkan seluruh elemen pemerintahan, mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, sekaligus menteri-menteri di kabinet. Selain itu, pemerintah juga melibatkan DPR dalam penyusunan APBN.

Bila anggaran yang dibutuhkan dan diajukan setiap kementerian atau lembaga masih tetap melampaui kemampuan pembiayaan negara meski sudah dilakukan perhitungan ulang dan efisiensi, maka pemerintah akan menutupi kekurangan anggaran tersebut dengan utang.

Namun, Sri Mulyani menegaskan proses penarikan utang tersebut dilakukan dengan hati-hati.

"Kalau ternyata tetap kurang, ya utang. Agar tidak menyusahkan, cari utang yang baik," ujar Sri Mulyani.

Dia pun menjelaskan, dengan berutang bukan berarti negara menjadi miskin. Sebab negara kaya seperti Singapura, Korea Selatan, bahkan Amerika Serikat juga melakukan utang.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved