Breaking News:

Pyridam Farma Fokus Jadi Pionir Pengembangan Produk Obat Inovatif

Bisnis farmasi di masa pandemi ini menggeliat kencang seiring dengan melonjaknya kebutuhan obat-obatan untuk pencegahan dan penanganan pasien Covid-19

Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis farmasi di masa pandemi ini menggeliat kencang. Hal itu juga dirasakan PT Pyridam Farma Tbk yang terus mengalami lonjakan signifikan dan diyakini akan terus meningkat mengikuti perkembangan sektor kesehatan khususnya berhubungan dengan Covid-19 saat ini.

Salah satu strategi yang telah dilakukan adalah menyediakan Mobile PCR Lab dan mengembangkan produk seperti suplemen dan vitamin penambah imunitas tubuh, seperti Damuvit C 1000 dan D3-1000 produk-produk yang berhubungan dengan pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Perseroan mempunyai rencana strategis untuk terus meningkatkan laju perusahaan, diantaranya adalah dengan terus mengembangkan produk-produk obat yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Yen Gunadi, Direktur Perseroan  Pyridam Farma melalui keterangan pers, Senin (7/12/2020).

Dikatakannya, perseroan akan fokus pada produk obat tergolong inovatif dan bersifat pioneer dengan cara produksi sendiri ataupun bermitra dengan perusahaan farmasi berskala Internasional. 

"Salah satu produk innovator yang sudah kita pasarkan mulai dari kuartal ketiga kemarin ini misalkan Syalox 300 P, produk innovator Hyaluronic Acid oral pertama di Indonesia yang dibuat dalam bentuk triple layer tablet dengan teknologinya yang sudah dipatenkan dari Italia, untuk solusi meredakan nyeri ataupun bengkak sendi, pengganti injeksi / terapi suntikan," katanya.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Masuk Tahap Observasi, BPOM: Tidak Ada Efek Samping Kritikal

Perseroan sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding dengan perusahaan farmasi asal Australia, Vaxine Pty Ltd terkait komersialisasi kandidat vaksin Covid-19.

Baca juga: Bio Farma Jelaskan 1,2 Juta Vaksin Covid-19 Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada 12 Oktober 2020. Kandidat vaksin yang sedangkan dikembangkan oleh Vaxine adalah Covax-19. Saat ini, Covax-19 sedang menjalani uji coba fase pertama di Australia.

Perseroan juga memiliki anak perusahaan di Singapura dengan nama Pyfa Health Singapura Pte. Ltd. yang bergerak dalam bidang usaha perusahaan riset serta pengembangan eksperimental ilmu bioteknologi, ilmu kehidupan, dan ilmu medis (experimental development of biotechnology, life, and medical  science).

Bersamaan dengan ulangtahun yang ke-44, perseroan melakukan transformasi dengan mengganti logo perusahaan, Jumat, 27 November 2020.

"Transformasi perusahaan yang dilakukan dalam bentuk pergantian logo ini menunjukan bahwa Pyridam Farma memiliki semangat baru, lebih inovatif dan modern lagi, terutama dari segi produk-produk yang dijual," kata Yen Gunadi.

Langkah pergantian logo ini salah satu contoh dari sekian banyak transformasi Pyridam Farma untuk meningkatkan kinerja perusahaan kedepannya," hal ini diutarakan," kata Yen Gunadi.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved