Breaking News:

Rizal Ramli Sebut Kebijakan Fiskal Menkeu Sri Mulyani Amburadul, Ini Sebabnya

Di mata ekonom senior Rizal Ramli, kebijakan fiskal Sri Mulyani semrawut

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Herudin
Ekonom senior Rizal Ramli (kiri) ditemani Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) saat mengajukan gugatan terkait ambang batas pencalonan presiden, Jumat (4/9/2020). Tribunnews/Herudin 

"Jangan main-main. Perbedaan, selisih bunga 2 persen saja selama 10 tahun. Misalnya kita pinjam 10 dolar, dua persennya itu tambahan bunganya itu sepertiganya. Siapa yang bayar? Rakyat kita," lanjut Rizal. 

Selain itu, Riza Ramli juga melihat kebijakan tax holiday untuk para pengusaha besar justru membuat cekak penerimaan negara Indonesia. 

Sebagai buktinya, tax ratio atau penerimaan pajak di awal tahun 2020 ini realisasinya tidak mencapai lebih dari 10 persen. 

Berbeda dengan saat Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Perekonomian 20 tahun lalu, yang berhasil merealisasi hingga 11,5 persen dari GDP. 

"Hari ini sebelum krisis (Covid-19) 10 persen. Dengan krisis ini penerimaan pajak bakal lebih anjlok lagi. Bahkan bisa 60-65 persen dari target" kata dia.

"Itu yang menjelaskan kita akan kesulitan cash flow. Penerimaan pajak kita anjlok, besar sekali," pungkas Rizal.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved