Breaking News:

RCEP Diklaim Bikin Indonesia Makin Terintegrasi ke Rantai Perdagangan Dunia

Indonesia sudah menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang melibatkan 15 negara. 

ist
Aktivitas ekspor otomotif di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dengan diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sudah menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang melibatkan 15 negara. 

Peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Zamroni Salim mengatakan, perjanjian RCEP ini diharapkan akan mendorong Indonesia lebih terintegrasi dengan rantai nilai global. 

"Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan peluang yang ditawarkan RCEP dengan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia yang semakin terbuka," ujarnya di Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Presiden Minta Kabinetnya Percepat Negosiasi CEPA dengan Negara Tujuan Ekspor Potensial

Selain itu, lanjur dia, industri nasional akan semakin terintegrasi dengan jaringan produksi regional dan semakin terlibat dalam mata rantai regional dan global. 

Baca juga: Perjanjian RCEP sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Berkualitas

Menurutnya, pemanfaatan RCEP di Indonesia akan didukung pembenahan iklim usaha dan investasi melalui Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang dapat mengatasi permasalahan perizinan yang rumit dengan banyaknya regulasi pusat-daerah tumpang tindih.

"Makanya, keberadaan UU Cipta Kerja sangat positif dan harus dimaksimalkan," kata Zamroni. 

Pembenahan iklim usaha dan investasi tersebut diperlukan dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia, perbaikan peringkat kemudahan berbisnis, dan indeks daya saing global. 

"Harapannya, investasi dan perdagangan nasional bisa tumbuh positif kedepannya," kata Zamroni 

Zamroni menambahkan, konteks negara Indonesia yang kaya sumber daya alam, hilirisasi masih menjadi konsep yang penting untuk dipromosikan. 

Penting pula untuk melakukan evaluasi terkait perjanjian perdagangan bebas yaitu dengan semakin mengikutsertakan UMKM. 

"Terutama, di dalam beragam sektor yang selama ini sangat terdampak pandemi dalam rantai nilai global," ujarnya.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved