Breaking News:

Tahun 2022 ASDP Targetkan Digitalisasi Tiket di 33 Pelabuhan dan 272 Lintasan Penyeberangan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan program digitalisasi tiket pada layanan penyeberangan, mencapai 33 pelabuhan dan 272 lintasan pada 2022.

TIM TDJ/TIM TDJ
Ilustrasi: Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (17/06/2016). TRIBUNNEWS.COM/TDJ/a prianggoro 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan program digitalisasi tiket pada layanan penyeberangan, mencapai 33 pelabuhan dan 272 lintasan pada 2022.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, saat ini ASDP telah merealisasikan target digitalisasi tiket di 2020 yaitu sebanyak 8 pelabuhan.

"Kami menargetkan pada 2022 nanti, dapat terus meningkat hingga 33 pelabuhan dan 272 lintasan penyeberangan," ucap Shelvy dalam keterangannya, Sabtu (9/1/2021).

Ia juga menyebutkan, ada tiga poin utama untuk mencapai digitalisasi tiket ini yaitu dengan teknologi berbasis QR Code, pencetakan kode manifest dan cashless payment.

"Saat ini di empat pelabuhan utama yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk sudah full online. Kemudian pembelian tiket go live tiket berbasis QR Code telah dilaksanakan di Lembar-Padang Bai, Ketapang-Lembar, Kayangan-Poto Tano, Ajibata-Ambarita," ujar Shelvy.

Baca juga: ASDP: Usai Libur Natal, Penumpang yang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa Baru 30 Persen

Pengguna jasa juga dapat melakukan pembayaran secara cashless dengan menggunakan kartu uang elektronik atau transfer langsung ke rekening ASDP.

Menurut Shelvy, upaya modernisasi penjualan tiket penyeberangan ferry ini sejalan dengan beleid Kementerian Perhubungan Peraturan Menteri No 19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik yang akan diterapkan di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP.

"Sejak tahun lalu kami pastikan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen kami merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern," ujar Shelvy.

Baca juga: Jumlah Penumpang ASDP Periode Libur Natal dan Tahun Baru 2021 Diprediksi Turun 39,4 Persen

"Hal ini terlihat pada lintasan Ajibata-Ambarita yg dilayani KMP Ihan Batak pada Oktober 2020 yang telah mengadopsi metode penjualan yang sebelumnya menggunakan karcis fisik sekarang menjadi tiket berbasis QR Code," lanjutnya.

Modernisasi pembelian tiket ini, lanjut Shelvy, melalui platform Ferizy yang mengubah kultur pengguna jasa penyeberangan untuk melakukan reservasi dan pembelian tiket secara online.

"Ferizy ini sudah dicanangkan sejak 2018 dan diimplementasikan pada 2020, program ini akan diperluas dan diimplementasikan secara nasional," ucap Shelvy.
--

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved