Breaking News:

ESDM Target Empat Proyek Smelter Bisa Beroperasi Tahun Ini

Empat proyek smelter yang bakal beroperasi ini terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timbal.

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi: Smelter Nikel Sulewesi Mining Investement (SMI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan empat fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) baru bisa beroperasi tahun 2021.

Empat proyek smelter yang bakal beroperasi ini terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timbal.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak menegaskan, pemerintah telah menunjuk empat korporasi untuk mengelola keempat smelter tersebut.

Baca juga: Investasi ESDM 2020 Anjlok, PKS: Capaian Kerja Terburuk dalam 10 Tahun Terakhir 

"Rencananya ada empat, salah satunya PT Antam yang mengelola penambangan nikel yang ada di Tanjung Buli (Halmahera Timur)," kata Yunus dalam konpers daringh, Jumat (15/1/2021).

Dua perusahaan lain yang ditugasi mengelola smelter nikel yaitu PT Cahaya Modern Metal Industri (CMMI) dan PT SNI, dan satu perusahaan timbal adalah PT Kapuas Prima Coal.

"Kemudian ada PT CMMI yang ada di Cikande, kemudian ada PT SNI di Cilegon. Jadi untuk nikel, ada tiga (perusahaan). Yang satu untik timbal, nama perusahaannya PT Kapuas Prima Coal. Jadi bukan Kaltim Prima Coal," urainya.

Baca juga: Kementerian ESDM Serap 93,8 Persen Anggaran 2020 dari Pagu Rp 6,2 Triliun

Sementara Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Ridwan Djamaluddin menyampaikan selama periode 2019-2020 sebanyak 19 smelter telah terbangun dari target 53 smelter hingga 2024.

"Pada 2021 bertambah menjadi 23 smelter. Bertambah lagi 28 smelter pada 2022, dan mencapai puncaknya di 2023 dan 2024," urai Ridwan.

Pihaknya optimistis bisa melanjutkan pembangunan smelter ini jika melihat peningkatan nilai investasi dari tahun ke tahun.

"Pada 2021 akan tercapai investasi sebesar 2,2 miliar dolar AS dan meningkat menjadi 4,9 miliar dolar AS pada 2022," kata Ridwan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved