Breaking News:

Investasi Saham Cuma Ikut-ikutan, Ini Sebaiknya Dilakukan Menurut Perencana Keuangan

Perencana keuangan Ahmad Gozali menyayangkan investasi di pasar modal cuma asal ikut-ikutan, hingga akhirnya kena penipuan bermodus grup saham. 

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun IHSG ditutup melemah 0,95% ke level 5.979,07. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perencana keuangan Ahmad Gozali menyayangkan investasi di pasar modal cuma asal ikut-ikutan, hingga akhirnya kena penipuan bermodus grup saham

Ahmad menjelaskan, sebaiknya mereka lebih dulu mempelajari investasi, mau itu saham ataupun yang lain dari sumber terpercaya. 

"Untuk belajar strategi saham ataupun investasi lainnya, bisa belajar secara khusus kepada siapapun yang dipercaya," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Minggu (14/2/2021). 

Kemudian, untuk cara bertransaksi, dinilainya sudah jadi hal mendasar yang informasinya terbuka luas, sehingga tidak perlu asal mengikuti orang tidak dikenal. 

Baca juga: Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan Bermodus Grup Saham, Perencana Keuangan Ini Beri Peringatan

"Sudah terbuka bagaimana caranya membuka rekening perusahaan sekuritas, bagaimana membuka rekening dana investasi. Ini tidak perlu ikut saja apa kata trainer-nya, sehingga tidak terpancing dengan link-link yang tidak jelas," kata Ahmad. 

Karena itu, dia menambahkan, nasabah seharusnya melakukan komunikasi dengan perusahaan sekuritas atau bank yang bersangkutan, bukan ke pribadi yang tidak terpercaya. 

"Hal seperti ini mestinya dilakukan sendiri dengan menghubungi pihak yang aman seperti bank dan perusahaan sekuritas," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved