Breaking News:

Indonesia Bisa Dapat Keuntungan Ganda dari Perjanjian Dagang dengan Mozambik

Wamendag mengatakan bahwa Indonesia bisa menikmati keuntungan berlipat dari perjanjian perdagangan dengan Mozambik.

Fitri Wulandari
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan bahwa Indonesia bisa menikmati keuntungan berlipat dari perjanjian perdagangan dengan Mozambik.

Jerry menjelaskan keuntungan pertama dari perjanjian itu perluasan pasar.

“Mozambik bisa jadi pintu masuk bagi pasar produk Indonesia di kawasan Afrika bagi selatan dan tengah. Mozambik sendiri mempunyai penduduk sekitar 30,37 juta jiwa,” kata Wamendag dalam sosialisasi perjanjian dagang ditulis Kamis (18/2/2021).

Negara itu juga secara ekonomi terus berkembang didukung oleh kondisi politik yang relatif stabil.

Baca juga: Wamendag Ingin Hasil Uji Lab Produk Indonesia Diterima Negara Mitra Dagang

Produk utama ekspor Indonesia ke Mozambik selama ini didominasi oleh produk kelapa sawit, asam lemak, sabun dan kertas.

LKe depan diharapkan makin banyak diversifikasi produk Indonesia ke negara itu.

Salah satu yang disasar adalah produk farmasi, alas kaki, furniture, otomotif dan lain-lain.

“Peluang pasarnya besar sekali. Bukan hanya di Mozambik itu sendiri, tetapi diharapkan akan meluas juga ke negara di sekitarnya. Jadi ini semacam pintu masuk. Jika memungkinkan kita bisa juga ke depan membuka perjanjian dengan negara sekitar Mozambik.

Keuntungan keduanya menurut Wamendag adalah memperluas kemungkinan untuk mendapatkan bahan baku industri.

Baca juga: Selatan Afrika Tanggapi Kemunculan ‘Khilafah Islam‘ di Mozambik

Dalam hal industri pemintalan dan industri tekstil misalnya, Indonesia bisa memanfaatkan pasokan kapas dari Mozambik.

Dengan demikian, Indonesia tidak lagi tergantung terhadap pasokan kapas dari negara-negara pemasok tradisional seperti China dan Amerika Serikat. Menurut

Wamendag negara-negara pemasok bahan baku alternatif ini juga merupakan bagian penting strategi perdagangan dan ekonomi Indonesia.

“Intinya kan dalam perdagangan perlu ada keseimbangan hubungan. Jangan sampai kita terlalu tergantung, baik dari segi pasar maupun pemasok bahan baku. Akan sangat baik jika dalam perdagangan internasional makin terbuka sehingga fair trade sebagai bagian dari free trade akan terwujud,” papar dia.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved