Breaking News:

Jurus Pemprov Sulawesi Tenggara Menarik Investasi di Tengah Pandemi

Peprov Sulawesi Tenggara mendorong kegiatan investasi yang senantiasa berpedoman pada ketentuan dan peraturan berlaku.

ist
ILUSTRASI -- Pelepasan ekspor 48 ton biji mete asal Provinsi Sulawesi Tenggara ke Vietnam di Pelabuhan New Port Kendari, Sabtu (16/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Endang Abbas menyatakan, pihaknya memiliki langkah langkah untuk menarik investasi dengan terus membuka ruang bagi para investor.

Jurusnya yakni melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, melakukan perbaikan dan pengembangan infrastruktur penunjang seperti pembukaan jalan, pelabuhan, termasuk rencana pengembangan Bandara Halu Oleo.

"Sekarang ini kita sedang mengusulkan untuk peningkatan status menjadi bandara internasional," ujarnya dalam peluncuran TRIBUNNEWSSULTRA dan Webinar "Menarik Investasi ke Sulawesi Tenggara di Tengah Pandemi", Kamis (18/2/2021).

Selain itu, kata Nur, yakni dengan mendorong kegiatan investasi yang senantiasa berpedoman pada ketentuan dan peraturan berlaku.

"Sehingga kita harapkan nanti outcome dan output tidak hanya memberi keuntungan bagi investor, tetapi juga tetap membawa kemaslahatan bagi masyarakat untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara," katanya.

Baca juga: Tribun Network Luncurkan TribunnewsSultra.com Portal Ke-51, Gelar Seminar Trik Menarik Investasi

Baca juga: Potensi Pembangunan Sulawesi Tenggara, Ada Wisata Sungai Terpendek di Dunia

Sementara, langkah-langkah khusus untuk peningkatan kegiatan investasi pertambangan itu dilakukan sebagai kawasan strategis nasional.

Nur menjelaskan, satu di antara kegiatan investasi pertambangan adalah di Routa, Kabupaten Konawe dengan konsep kawasan industri terintegrasi.

Untuk itu, Pemprov Sulawesi Tenggara bersama pemerintah kabupaten terus meminta dukungan kepada pemerintah pusat.

Caranya melalui konsultasi dan koordinasi secara lintas dan intens dengan kementerian terkait seperti Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kementerian ATR atau Kepala BPN.

"Hal ini semua untuk bagaimana memudahkan atau pengembangan daripada langkah-langkah peningkatan kegiatan investasi dan pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara," pungkas Nur.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved