Breaking News:

BI: Penjualan Rumah Besar dan Ruko Belum Membaik

Bank Indonesia (BI) menyatakan sektor properti menunjukkan tanda-tanda peningkatan di pertumbuhan penjualan rumah sekunder dan primer.

Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan sektor properti menunjukkan tanda-tanda peningkatan di pertumbuhan penjualan rumah sekunder dan primer.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Juda Agung mengatakan, kenaikan untuk properti sekunder di daerah Jabodetabek dan primer di beberapa daerah besar.

Selain itu, penjualan rumah tapak menengah kecil sudah mulai naik di kisaran Rp 300 juta sampai Rp 700 juta dan ada juga di Rp 1,5 miliar sampai Rp 4 miliar.

Baca juga: Pendaftaran Akun Kartu Prakerja Sudah Dibuka, Ini Cara dan Syarat Daftarnya

"Ini investor tujuannya investasi bukan tempat tinggal, kelihatan dari kartu keluarga (KK). Artinya, 1 KK sudah dipakai di berbagai sertifikat, bukan tempat tinggal, tapi investasi," ujarnya melalui video conference, Senin (22/2/2021).

Juda menjelaskan, pertumbuhan kredit properti sudah mulai positif, khususnya untuk KPR tipe rumah 22 sampai 70, tapi untuk tipe besar masih negatif.

"Rumah susun juga positif antara tipe 22 sampai 70 yang pertumbuhannya membaik. Sementara, yang besar yakni ruko-ruko terkontraksi," katanya.

Di sisi lain, dia menambahkan, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) masih terjaga untuk jenis rumah tapak dan rumah susun.

"NPL 2 persen sampai 3 persen, kecuali NPL untuk ruko besar di 5 persen. Ini data di Januari 2021," pungkas Juda.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved