Breaking News:

Survei LSI: 42,4 Persen Masyarakat Bilang Ekonomi Indonesia Sedang Terpuruk

Hasil sigi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan masyarakat menilai kondisi ekonomi Indonesia tengah terpuruk.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Warga berbelanja buah-buahan di Pasar Kosambi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (18/1/2021).(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil sigi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan masyarakat menilai kondisi ekonomi Indonesia tengah terpuruk.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan secara umum masyarakat Indonesia menilai ekonomi Indonesia tengah terpuruk

Hal ini dilihat dari hasil survei LSI yang dilakukan pada 25-31 Januari 2021. Hasil itu didapat ketika masyarakat ditanya 'Bagaimana keadaan ekonomi nasional pada umumnya sekarang?' Ada 42,4% yang menyatakan buruk hingga sangat buruk. Dibandingkan dengan yang menyatakan baik dan sangat baik. Ada 21,6% yang menyatakan baik," ujar Djayadi dalam Rilis Survei LSI secara virtual, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Ekonom: Covid-19 Bikin Negara Maju dan Berkembang Kompak Kena Resesi

Djayadi menyebut sentimen atau evaluasi publik nasional terhadap situasi ekonomi masih negatif sampai akhir Januari 2021. Menurut Djayadi, dibandingkan Mei 2020 trennya positif.

"Februari-Mei 2020 terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemudian terasa betul hantaman ekonomi terhadap masyarakat secara keseluruhan lalu pasca Mei 2020 PSBB mulai dilonggarkan. Berubah menjadI PPKM atau PPKM Mikro," tuturnya.

Baca juga: BRI Optimistis UMKM Tumbuh di Masa Pemulihan Ekonomi

Sejak itu, kata dia, secara ekonomi, masyarakat merasa ada perbaikan meskipun masih buruk ekonominya. "Trennya ada perbaikan tapi secara keseluruhan evaluasi terhadap ekonomi masih negatif. Ini suatu tantangan bagi pemerintah," sambungnya.

Survei dilakukan di 11 provinsi dengan total 2.300 responden. Responden diwawancarai lewat tatap muka. Survei dilakukan 25-31 Januari 2021 dengan margin of error 2,9%.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved