Breaking News:

Penanganan Covid

Kemenhub Siapkan Regulasi Penggunaan GeNose C19 di Transportasi Udara

Novie Riyanto menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan regulasi terkait penggunaan GeNose C19 untuk transportasi udara dalam waktu dekat.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Calon penumpang kereta api menjalani layanan deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 (Gajah Mada Electric Nose Covid-19) di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menerapkan tes GeNose C19 bagi calon penumpang di Stasiun Bandung dengan tarif Rp 20.000, sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh untuk mengantisipasi terjadi kerumunan kepadatan pelayanan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyiapkan regulasi terkait penggunaan alat tes Covid-19 menggunakan GeNose C19, di sektor transportasi udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan regulasi terkait penggunaan GeNose C19 untuk transportasi udara dalam waktu dekat.

"Regulasi ini, tentunya akan dibuat dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penggunaan alat GeNose C19 di sektor transportasi udara," ucap Novie saat dikonfirmasi, Kamis (25/2/2021).

Ia juga menjelaskan, pihaknya akan mempersiapkan dengan matang terkait peralatan yang akan digunakan, tempat pelayanan hingga prosedur penggunaan GeNose C19.

Baca juga: Bandara Kulonprogo Siap Jadi yang Pertama Terapkan GeNose C-19 Untuk Penumpang Pesawat

"Kami juga ingin adanya standar operasional prosedur, yang diterapkan oleh maskapai dan operator bandara sehingga layanan ini benar-benar siap," ucap Novie.

Menurutnya, dalam regulasi penggunaan GeNose C19 akan mengatur tatalaksana tes di bandara untuk mengantisipasi penumpukan antrean.

Baca juga: Mulai April, Penumpang Pesawat Boleh Gunakan GeNose Sebagai Syarat Terbang, Tarif Masih Dibahas

"Kami ingin GeNose C19 ini mempermudah penumpang pesawat, maka dari itu harus disiapkan dengan matang," kata Novie.

Sementara itu menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, dengan adanya layanan tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 dapat menumbuhkan trafik penumpang pesawat.

"Hal ini karena GeNose C19 memiliki harga yang terjangkau, dan tentunya menumbuhkan optimisme penumpang untuk kembali menggunakan transportasi udara," kata Faik dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Ia juga menyebutkan, saat ini Angkasa Pura I sedang melakukan persiapan dan uji coba penggunaan alat tersebut sesuai Surat Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara nomor AU.201/4/12/DJPU.DKP-2021 perihal persiapan dan percobaan penggunaan peralatan GeNose C-19.

"Pada tahap uji coba ini, kami akan menjadikan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo percontohan pelaksanaan uji coba GeNose C19," ujar Faik.

Faik menyebutkan, nantinya pelaksanaan layanan tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 secara bertahap akan diterapkan di seluruh bandara Angkasa Pura I.

"Untuk di YIA sendiri, kami telah berkoordinasi dengan pihak penyedia alat untuk menyediakan 40 unit GeNose C19 dan nantinya akan disiapkan prosedur alur pemeriksaan Covid-19 menggunakan alat ini," kata Faik.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved