Breaking News:

Penanganan Covid

Menhub Tetapkan GeNose Untuk Test Covid-19 Penumpang Transportasi Laut

Pemerintah terus mendorong penggunaan alat test Covid-19 di berbagai moda transportasi untuk memudahkan penumpang yang hendak bepergian.

Tribunnews/Herudin
Calon penumpang menggunakan GeNose C19 untuk pemeriksaan Covid-19 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/2/2021). PT KAI menambah stasiun yang melayani pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose C19 yaitu Stasiun Gambir, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Bandung, Stasiun Cirebon, Stasiun Semarang Tawang, dan Stasiun Surabaya Pasarturi setelah sebelumnya ada di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mendorong penggunaan alat test Covid-19 di berbagai moda transportasi untuk memudahkan penumpang yang hendak bepergian.

Terbaru, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa layanan tes covid-19 menggunakan GeNose resmi diberlakukan di pelabuhan. Pelabuhan laut pertama yang menggunakan alat test Covid-19 buatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada ini adalah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Baca juga: Awal Maret, Layanan Tes GeNose C19 Bakal Digunakan di Dermaga Penyeberangan

Untuk tahap awal, pelaksanaan test Covid-19 dengan GeNose tidak diwajibkan seperti moda transportasi kereta api. Untuk di pelabuhan, deteksi Covid-19 menggunakan GeNose akan dilakukan secara acak pada beberapa penumpang yang menggunakan kapal laut.

"Saya sangat gembira hari ini pelabuhan sudah memberlakukan tracking untuk skrining Covid-19 menggunakan GeNose. Meski pemberlakukan ini bukan mandatori, artinya kami bisa melakukan random pada penumpang penumpang yang berangkat menggunakan moda transportasi laut," ujar Budi seusai meninjau penggunaan GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Komisi V DPR Minta Harga Tes GeNose di Bandara Tak Lebih dari Rp 20 Ribu

Selain itu, Budi Karya telah memberi arahan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Pelindo II (Persero) dan pengelola Syahbandar untuk segera mengumumkan kepada masyarakat bahwa penggunaan test Covid-19 sudah bisa dilakukan calon penumpang.

Test ini nantinya akan ditujukan kepada mereka yang akan pergi menggunakan kapal yang dilakukan random test menggunakan GeNose.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan GeNose C19 kepada calon penumpang kereta api di Stasiun Semarang Tawang, Senin (15/2/21). KAI menambah 6 stasiun yang menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 dimana sebelumnya hanya tersedia di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta, sehingga total menjadi 8 stasiun. Adapun ke-6 stasiun tersebut yaitu Stasiun Gambir, Solo Balapan, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, dan Surabaya Pasar Turi. Biaya Untuk mendapatkan layanan ini adalah Rp20.000. Syarat Untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas. Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19. Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Petugas sedang melakukan pemeriksaan GeNose C19 kepada calon penumpang kereta api di Stasiun Semarang Tawang, Senin (15/2/21). KAI menambah 6 stasiun yang menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 dimana sebelumnya hanya tersedia di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta, sehingga total menjadi 8 stasiun. Adapun ke-6 stasiun tersebut yaitu Stasiun Gambir, Solo Balapan, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, dan Surabaya Pasar Turi. Biaya Untuk mendapatkan layanan ini adalah Rp20.000. Syarat Untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun adalah calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas. Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19. Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Atas pemberlakuan ini, lanjut Budi, masyarakat merasa memiliki gejala Covid-19 atau sedang sakit sangat disarankan untuk tidak melakukan perjalanan.

"Kalau panasnya tinggi disertai demam dan batuk-batuk sebaiknya tidak pergi dulu. Karena biasanya batuk dan demam panas itu adalah salah satu indikasi mereka terpapar virus," imbuhnya.

Selain itu, Budi meminta kepada Pelni, Pelindo II dan Syahbandar selaku pengelola di Pelabuhan untuk melakukan pengetesan GeNose secara berulang demi hasil yang lebih akurat.

"Harapannya makin hari makin bagus dan GeNose bisa melakukan tracking Covid-19 dengan baik. Ini pertama kali diberlakukan di Tanjung Priok dan selanjutnya saya sudah sampaikan kepada dirjen untuk melakukan secara random di seluruh pelabuhan di Indonesia," jelasnya.

Budi juga mengapresiasi kesiapan pengelola pelabuhan yang mulai menerapkan alat deteksi GeNose pada penumpang. Hal itu terlihat dari tempat pengambilan sampel nafas penumpang yang cukup luas dan steril sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Hari ini saya juga melihat bahwa satu tempat untuk melakukan tes GeNose dibuat dengan baik. Artinya masukan epidemiolog diselesaikan di sini sehingga pada saat mereka meniup tidak ada tiupan yang keluar dari situ," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kemenhub terus mendorong penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19 bagi calon penumpang. Rencananya, di bulan April penggunaan test Covid-19 dengan GeNose sudah bisa diberlakukan di bandara.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved