Breaking News:

OJK: Kalau Perbankan Tidak Berbenah di Tengah Pandemi, Bisa Ditinggal Nasabah

OJK menyatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 membuat kebiasaan masyarakat, khususnya nasabah perbankan berubah.

KONTAN/Fransiskus Simbolon
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 membuat kebiasaan masyarakat, khususnya nasabah perbankan berubah.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK Bambang Widjanarko mengatakan, perubahan itu yakni dari yang dulu nasabah biasanya ke bank secara fisik, sekarang semua bisa secara online.

Baca juga: OJK Sebut Ekonomi Dunia Mulai Membaik, Berdampak Positif ke Sektor Keuangan RI

"Jadi, ini tantangan perbankan untuk berbenah. Kalau tidak berbenah ya nanti lambat laun masyarakat atau deposan akan beralih ke tempat lain," ujarnya melalui video conference, Jumat (26/2/2021).

Menurut Bambang, ini adalah perubahan ekosistem dan kebiasaan di perbankan yang jadi tantangan jangka panjang, sehingga OJK mengeluarkan roadmap atau peta jalan beberapa hari lalu.

Baca juga: Nasabah Bumiputera Minta OJK Setujui Pencairan Kelebihan Dana Cadangan

"Karena itu, beberapa hari lalu, OJK menyampaikan roadmap perkembangan perbankan Indonesia konvensional dan syariah. Itu tantangan di sektor perbankan yang terjadi sekarang ini," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan, OJK sadar tidak bisa selalu hadir secara fisik dalam mengawasi perbankan di era teknologi digital.

"Kita tidak bisa harapkan hadir langsung. Kita punya satu solusi, di mana kondisi dan informasi di bank diperbaharui tentang teknologi yang berkembang," pungkas Bambang.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved