Breaking News:

Reksa Dana Tetap Jadi Opsi Investasi di Tengah Penurunan Suku Bunga

Di tengah terjadinya penurunan suku bunga, reksa dana pasar uang tetap dapat menjadi opsi investasi,

ist
Marsangap P. Tamba, Direktur Utama DIM (Kanan), dan Lukman Nur Azis, Komisaris Utama DIM (kiri) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah terjadinya penurunan suku bunga, reksa dana pasar uang tetap dapat menjadi opsi investasi, terutama dengan karakteristiknya yang highly liquid dan low risk.

Di sisi lain turunnya suku bunga membuka cakrawala investasi Investor untuk melihat kembali reksa dana pendapatan tetap maupun reksa dana saham.

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Sukuk Ritel SR014, Investasi Mulai Rp 1 Juta

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P Tamba mengatakan, reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang dana kelolaannya diinvestasikan seluruhnya di instrumen pasar uang dengan profil risiko konservatif atau yang memiliki tujuan investasi jangka pendek.

"Reksa dana ini merupakan salah satu jenis investasi yang likuid, aman dan cocok untuk investor yang ingin memulai untuk berinvestasi," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2/2021).

Keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan BI 7 days Reverse Repo Rate 25 bps ke level 3,5 persen disambut positif pelaku pasar sehingga secara umum penurunan suku bunga biasanya akan membawa keuntungan untuk pasar saham dan obligasi karena penurunan ini berimbas pada penurunan cost of fund sehingga diharapkan dapat menggairahkan pertumbuhan.

“Penting bagi Investor untuk melakukan perencanaan keuangan terutama dalam berinvestasi. Reksa dana pasar uang sesuai untuk investasi kurang dari setahun namun kembali ke perencanaan keuangan tentunya kita perlu mengalokasikan dana untuk kebutuhan jangka menengah hingga jangka panjang, salah satunya melalui reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham,” ungkap Marsangap P Tamba.

Pada reksa dana pasar uang, Danareksa Investment Management memiliki Danareksa Seruni Pasar Uang III per 22 Februari 2021 memberikan imbal hasil sebesar 5,42 persen YoY.

Sementara salah satu reksa dana saham DIM yakni Danareksa Mawar yang memiliki underlying saham- saham LQ 45 memberikan imbal hasil hampir 20 persen dalam 6 bulan terakhir seiring pemulihan pasar.

Marsangap P Tamba menambahkan, luasnya cakupan produk DIM menjadi salah satu kekuatan DIM dalam melayani kebutuhan investor dengan profil risiko berbeda.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved