Breaking News:

Penanganan Covid

LPS: Vaksinasi Covid-19 Jadi Harapan Pemulihan Kredit Perbankan

Program vaksinasi Covid-19 diyakini dapat mendorong peningkatan kredit perbankan. 

Tribunnews/Herudin
Petugas kesehatan melakukan skrining kesehatan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, sebelum dilakukan vaksin, Rabu (17/2/2021). Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut program vaksinasi Covid-19 dapat mendorong peningkatan kredit perbankan. 

Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsing mengatakan, efektifitas vaksinasi bisa menjadi faktor positif yang dapat membuat kegiatan usaha semakin pulih. 

"Para pelaku usaha tidak bisa terus menerus menggunakan uangnya sendiri atau giro, pasti mereka akan meminta kredit pada bank, di saat kredit mulai membaik. Di situ mungkin perbankan juga akan mulai memberikan relaksasi terhadap suku bunga kreditnya," kata Lana dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: OJK Beberkan Tantangan Jangka Pendek Sektor Perbankan

Berdasarkan penelitian LPS, efektifitas penurunan suku bunga simpanan ke suku bunga kredit, dalam keadaaakan normal memakan waktu antara satu triwulan sampai dua triwulan. 

Tapi dengan kondisi pandemi seperti sekarang, mungkin perlu waktu lebih lama lagi atau sekitar tiga triwulan. 

Baca juga: Ada Fasilitas DP Nol Persen, BI Proyeksi Pertumbuhan Kredit Properti Tumbuh Hingga 7 Persen

"Cepat atau lambat, saya kira suku bunga kredit akan turun seiring dengan kegiatan usaha yang semakin membaik, terlebih program vaksinasi berjalan dengan masif, seperti terlihat di sentra perekonomian semisal di Pasar Tanah Abang," ujar Lana. 

Vaksinasi masif dinilainya akan membangun kepercayaan masyarakat bahwa pandemi sudah mulai terkendali dan membangun keyakinan akan konsumsi, dan jika konsumsi mulai membaik, di sinilah kegiatan usaha akan pulih dan bahkan meningkat.

Secara historis jika melihat Produk Domestik Bruto (PDB), konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 55 persen dan ini menjadi kekuatan ekonomi dalam negeri. 

"Ke depan sinergi kebijakan itu ialah bagaimana mendongkrak konsumsi rumah tangga tersebut," kata dia.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved