Breaking News:

Mudahkan Akses Pengiriman Logistik, Kemenhub Buka Rute Baru Tol Laut Papua-Papua Barat

Kemenhub membuka rute baru layanan tol laut dengan kode T-19, yang menghubungkan wilayah Papua dan Papua Barat.

Humas Ditjen Perhubungan Laut
Peresmian Pelabuhan Depapre yang ditandai dengan bersandarnya kapal tol laut Logistik Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka rute baru layanan tol laut dengan kode T-19, yang menghubungkan wilayah Papua dan Papua Barat.

Pembukaan rute baru di 2021 ini juga sekaligus membuka beberapa pelabuhan di yaitu Depapre yang berlokasi di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

Baca juga: Soal Penggunaan GeNose C-19, Pelni Masih Mengacu Pada SE Kemenhub No 18 dan 22

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Antoni Arif Priyadi menyebutkan, pelabuhan peti kemas Depapre merupakan wujud semangat masyarakat Papua dan konsistensi Pemerintah Daerah dalam memajukan wilayahnya.

"Dengan beroperasinya pelabuhan tersebut nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah pelabuhan, terutama setelah sandar perdana KM Logistik Nusantara 2 akhir Januari lalu," kata Antoni dalam keterangan resminya, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: KAI Akan Perluas Penggunaan GeNose untuk Tes Covid-19 di 44 Stasiun

Dengan adanya rute tol laut baru ini ini, lanjut Antoni, diharapkan dapat membantu para pengusaha dan pekerja lokal untuk memasarkan produknya secara lebih luas dan menguntungkan.

"Salah satu wujud tujuan adanya program tol laut sendiri, membantu pengiriman produk yang dibutuhkan ke luar daerah.

"Kemudian ini juga menjadi pencapaian yang luar biasa bagi operasinya pelabuhan baru seperti Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura," lanjutnya.

Antoni juga menjelaskan, hadirnya rute baru tol laut ini juga memberikan akses terhadap pengiriman produk air minum yang diproduksi oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jayapura.

"Selain itu, rute ini juga dapat memudahkan pengiriman batu ciping dan pasir ke wilayah Merauke. Permintaan batu ciping dan pasir di wilayah tersebut, cukup tinggi untuk membangun infrastruktur seperti gedung, jembatan dan jalan," kata Antoni.

Ia menambahkan, selama ini untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut harus melakukan pengiriman dari luar pulau seperti Sulawesi Tengah dan biayanya cukup besar.

"Dengan rute tol laut ini, dapat menekan biaya logistik karena pengiriman tidak harus dari luar pulau tetapi dari Papua dan ini membuat harga produk pun menjadi terjangkau," kata Antoni.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved