Breaking News:

Pandemi Ubah Pola Transaksi Ekonomi dari Konvensional ke Digital

Pergeseran ke transaksi digital tersebut tercermin dari peningkatan transaksi pada Digital Banking dan e-commerce di 2020.

MasterCard
Ilustrasi - Transaksi penbayaran digital dengan e-wallet. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berpendapat, pandemi Covid-19 telah membuat pergeseran pola transaksi ekonomi masyarakat dari cara konvensional kini perlahan bergeser ke platform digital.

Asisten Gubernur-Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan, hal tersebut tercermin dari peningkatan transaksi pada Digital Banking dan e-commerce di 2020.

"Kita lihat digitalisasi semakin tinggi di masa Covid-19 tercermin dari transaksi e-commerce yang terus meningkat," jelas Filianingsih dalam acara Webinar Sosialisasi Implementasi Transaksi Pembayaran Digital, Rabu (3/3/2021).

"Digital banking yang dalam hal ini mobile banking, SMS banking, dan juga internet banking juga meningkat. Uang elektronik juga semakin digemari," lanjutnya.

Baca juga: Fitur Geo-Tagging Kini Hadir di Halaman Kebutuhan Kelontong Tokopedia

Filianingsih mengatakan, berdasarkan data yang dirinya miliki, nominal transaksi e-commerce pada tahun 2020 mencapai angka Rp 280 triliun, atau tumbuh 32,6 persen dari tahun 2019.

Baca juga: Dorong Transaksi Digital UMKM, ShopeePay Luncurkan Program Semangat Usaha Lokal

Sementara itu, untuk nominal transaksi digital banking di tahun 2020 mencapai Rp 27.356 triliun, atau tumbuh 2,7 persen.

"Kalau dilihat secara umum, nominal transaksi e-commerce di Indonesia di tahun 2020 itu mencapai Rp 280 triliun, ada peningkatan sebesar 32 persen. Demikian juga dengan digital banking, mencapai Rp 27.356 triliun atau sekitar 2,7 persen," jelas Filianingsih.

Baca juga: Halodoc-Gojek Bikin Layaanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru di Kemayoran

Dengan adanya data tersebut, menandakan bahwa masyarakat mulai menggemari digital banking dibandingkan cara-cara konvensional.

Sehingga diharapkan, dengan perubahan kebiasaan ke platform digital mampu mendukung upaya perbaikan ekonomi nasional.

Tak hanya itu, perubahan kebiasaan digital ini mampu meredam penyebaran Covid-19 di masyarakat.

"Kita lihat volumenya semakin meningkat. Ini menunjukkan bahwa sekarang individu masyarakat juga mulai menggemari digital banking," ucap Filianingsih.

"Shifting behavior ini bisa mendukung upaya untuk perbaikan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved