Breaking News:

SWF Jadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Transportasi

Adanya SWF akan mengurangi ketergantungan pendanaan dari APBN untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur transportasi.

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah kendaraan saat melintas di jalan tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, (23/4/2020). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, hadirnya lembaga pengelola investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF) menjadi sebuah langkah strategis untuk pembiayaan infrastruktur transportasi.

Adanya SWF akan mengurangi ketergantungan pendanaan dari APBN untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur transportasi.

"Kami menyambut baik adanya SWF yang telah terwujud dengan nama Indonesia Investment Authority (INA). Hadirnya INA ini bertujuan untuk mendapatkan pembiayaan infrastruktur yang tepat waktu," kata Budi Karya dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/3/2021).

Budi Karya menjelaskan, dengan infrastruktur yang dibiayai INA dengan utang jangka pendek maka besaran dana yang didapatkan akan semakin tinggi.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Pimpin Pembiayaan Proyek Infrastruktur di Sumatera Senilai Rp 644 Miliar

"Hadirnya INA ini diharapkan dapat menjadi alternatif biaya bagi pemerintah dalam membangun infrastruktur," ujar Budi.

Baca juga: 51 Persen Dana Anggaran Belanja 2021 Kemenhub Dialokasikan untuk Pembangunan Infrastruktur

"Kami yakin, melalui INA pembangunan seperti pelabuhan, bandara, terminal bus dan kereta api hingga LRT serta MRT dapat terealisasi dengan cepat," ucap Budi.

Ia juga menilai, INA dapat memberikan kepastian para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini karena prosedur yang ditawarkan INA terhadap para investor termasuk biaya investasinya tidak rumit.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved