Breaking News:

PLN Didorong Gunakan Energi Terbarukan Agar Tarif Listrik Lebih Murah

Atas nama undang-undang, pemerintah bersama PLN berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan sebesar 23 persen pada 2025

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas PLN menggunakan thermogun mengukur suhu pada peralatan yang terpasang di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Gardu Induk Gandul, Jakarta, Kamis (25/2/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) melakukan sejumlah langkah lebih maju di usianya yang sudah menyentuh 75 tahun. 

Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, di usia 75 tahun dan adanya pandemi Covid-19, tantangan PLN bukan semakin mudah tetapi lebih sulit dijalankan. 

"Tapi apapun itu tantangannya harus dihadapi PLN," ucap Rida dalam Kompas Talk bersama PLN secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Dalam menjalankan amanat undang-undang, pemerintah bersama PLN berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan sebesar 23 persen pada 2025.

Baca juga: Pertamina Mulai Transisi ke Penggunaan Energi Terbarukan

"PLN juga dituntut tetap efisien karena saya liat sudah semakin baik efisiensinya di segala lini, agar listriknya tetap terjangkau dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimum," papar Rida. 

Baca juga: UOB Indonesia Masuk ke Pembiayaan Energi Baru Terbarukan

"Ketersediaan listrik ke tempat plosok dan kawasan strategis sangat dibutuhkan. Ini untuk pemarataan pembangunan dan mewujudkan keadilan sosial, karena listrik saat ini kebutuhan pokok dan hak semua individu," sambungnya. 

Rida berharap PLN meningkatkan penggunaan teknologi dalam penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik, salah satunya dengan terus mendorong penggunaan jaringan cerdas. 

"PLN juga harus aktif mendukung program pemerintah, yaitu percepatan kendaraan berbasis listrik atau baterai untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap BBM yang sebagian besar diimpor, dan dalam rangka mendukung lingkungan lebih bersih," tutur Rida.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved