Breaking News:

SKPT Sebatik KKP Ekspor Perdana Ikan Bandeng dan Demersal ke Malaysia

SKPT) Sebatik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan ekspor perdana ikan bandeng dan demersal ke Tawau, Malaysia,senilai Rp 4,21 miliar. 

Istimewa
Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Bea Cukai Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara melakukan ekspor ikan perdana ke Tawau, Malaysia, Rabu (3/3). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan ekspor perdana ikan bandeng dan demersal ke Tawau, Malaysia,senilai Rp 4,21 miliar. 

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Dhian Kusumanto menyebutkan, selama ini hasil tangkapan para nelayan dijual di pasar Nunukan atau Sebatik. 

"Tetapi, kini hasil tanggkapan nelayan dijual hingga ke Tarakan atau Tanjung Selor dan sebagian dikirim ke Tawau, Malaysia dengan harga jual yang lebih menjanjikan," kata Kusumanto dalam keterangannya, Jumat (5/3/2021).

Meski begitu, Kusumanto menjelaskan, untuk transaksi para nelayan tersebut masih dilakukan secara tradisional dan  hal tersebut masih rawan terjadi tindak pelanggaran keimigrasian. 

Baca juga: SKPT Sebatik Lakukan Ekspor Ikan Senilai Rp 4,21 Miliar ke Malaysia

"Pelanggaran keimigrasian ini, karena para nelayan biasanya langsung menjual hasil tangkapannya ke pasar di Tawau, tanpa melewati pintu keimigrasian yang resmi," ucap Kusumanto. 

Baca juga: Wamenlu Mahendra Siregar Lepas Ekspor Perdana 1,5 Ton Kopi Asli Indonesia ke Jerman

Ia juga mengungkapkan, bahwa hal tersebut bisa membuat nelayan ditangkap oleh aparat keamanan di Malaysia karena dianggap masuk secara ilegal. 

"Makan darinitu sinergi dengan berbagai pihak terkait, sangst penting dalam mengawal produk perikanan Indonesia tidak bermasalah di pasar luar negeri," kata Kusumanto.

Menurut Kusumanto, kegiatan ekspor perdana ini juga dapat menjadi pembuka jalan bagi pengusaha yang lain untuk mengikutinya.

Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, akan rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari hulu sampai hilir untuk memastikan produk yang dihasilkan terjamin mutu dan kualitasnya.

Halaman
12
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved