Breaking News:

Jasa Marga Sambut Baik Sovereign Wealth Fund dan Siap Optimalkan Dana LPI

Jasa Marga menyambut baik pembentukan lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia, Lembaga Pengelola Investasi

HANDOUT
Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jasa Marga menyambut baik pembentukan lembaga Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Indonesia, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau yang dikenal juga dengan Indonesia Investment Authority (INA).

Perseroan menyadari betul kebutuhan investasi infrastruktur di Indonesia sangat besar, maka dari itu peran LPI sangat diperlukan.

Baca juga: Permintaan IoT Meningkat, Tren Bidik Penjualan 100 Ribu Modem Tahun Ini

Direktur Keuangan Jasa Marga, Donny Arsal mengatakan, LPI yang diberikan kewenangan khusus dalam rangka pengelolaan investasi Pemerintah pusat akan berdampak positif bagi Perseroan.

Karena hal tersebut akan memberikan solusi baru pendanaan yang pada prinsipnya akan berdampak baik bagi sisi keuangan Perusahaan.

“Bisnis jalan tol merupakan bisnis yang menarik untuk dipertimbangkan investor dalam melakukan investasi, karena bisnis jalan tol memiliki recovery time yang sangat cepat dengan damage yang relatif rendah terutama dalam melewati krisis keuangan maupun pandemi seperti sekarang ini,” ujar Donny dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Donny juga menyatakan, Jasa Marga menyambut baik rencana SWF di Indonesia, karena SWF ini merupakan alternatif untuk program asset recycling.

“Jadi asetnya sendiri direcycle, tidak full divestment. Jasa Marga sudah beberapa kali melakukan asset recycling maupun equity fundraising baik itu melalui direct investment yang kita lakukan di tahun 2017 dengan melakukan divestasi sebagian ruas Semarang-Solo maupun di ruas JORR," jelas Donny.

"Selain itu, kami juga sudah memperkenalkan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT),” tambahnya.

Baca juga: Pertamina Targetkan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru Beroperasi di Akhir 2021

Terdapat empat manfaat dari program asset recycling dalam hal ini termasuk SWF bagi Jasa Marga, yaitu meningkatkan likuiditas untuk mendukung kegiatan operasional, sebagai alternatif pendanaan dari sisi ekuitas, untuk memperbaiki struktur pemodalan karena adanya ekuitas baru, serta meningkatkan kinerja karena penjualannya akan dilakukan di atas nilai buku.

Meskipun secara aset Perusahaan siap, Donny juga menjelaskan, dilakukan pemilihan untuk tahap awal, sehingga saat ini ada sembilan proyek jalan tol yang masuk sebagai ruas potensial Jasa Marga untuk SWF.

Sembilan Tol tersebut adalah jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Gempol-Pandaan, Jalan Tol Pandaan-Malang, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Manado-Bitung dan Jalan Tol Bali Mandara.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved