Komisi VI DPR Restui Erick Thohir Bentuk Holding Ultra Mikro

Komisi VI DPR merestui Menteri BUMN Erick Thohir membentuk Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga perusahaan pelat merah.

Editor: Sanusi
Tribunnews/Jeprima
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VI DPR merestui Menteri BUMN Erick Thohir membentuk Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga perusahaan pelat merah.

Ketiga BUMN tersebut yaitu, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menyampaikan, Komisi VI mendukung pembentukan Holding Ultra Mikro dengan cara mengalihkan seluruh saham Seri B negara pada PNM dan Pegadaian ke BRI, sepanjang kontrol penuh pemerintah di dalam PNM dan Pegadaian, melalui saham dwi warna masih ada.

Baca juga: DPR Nilai Holding Ultra Mikro Buka Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri

"Komisi VI bersama pemerintah akan memastikan penguatan kontrol pemerintah terhadap anak perusahaan atau saham dwi warna dalam revisi Undang-Undang BUMN," kata Aria saat rapat kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Holding Ultra Mikro Dinilai Mampu Hadirkan Akses Keuangan Hingga Pelosok

Selain itu, Aria menyebut Komisi VI juga meminta Erick Thohir menjalankan enam poin terkait pembentukan Holding Ultra Mikro.

Adapun enam permintaan tersebut di antaranya :

A. Memastikan pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro dapat meningkatkan jangkauan layanan kepada pelaku sektor Ultra Mikro di seluruh wilayah Indonesia, serta berkontribusi pada peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pra-sejahtera di Indonesia.

B. Membuat target kinerja yang spesifik dan terukur atas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro, sehingga efektifitas Holding BUMN Ultra Mikro dapat dievaluasi dengan baik ke depannya.

C. Melakukan pengawasan secara ketat terhadap Holding BUMN Ultra Mikro, sehingga pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro benar-benar efektif dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor Ultra Mikro.

D. Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional di masing-masing BUMN yang terlibat yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk, PT Pegadaian
(Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

E. Holding BUMN Ultra Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terkait dengan intergrasi dan pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.

Saat rapat, Erick pun menyebut pembentukan Holding Ultra Mikro telah mendapat restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Alhamdulillah daripada audiensi kami dan rapat-rapat yang ada di berbagai pihak saat ini kami sudah mendapat dukungan dari OJK, Bank Indonesia, LPS, KSSK dan juga terakhir dirapatkan di komite privatisasi yang dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian sebagai pimpinan dari komite tersebut," kata Erick.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved