Breaking News:

Kemenhub Ajak Jepang Bahas Lagi Kelanjutan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Pemerintah sedang melakukan pembicaraan dengan Jepang untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Kendaraan melintasi kontruksi tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berjajar di pinggir Jalan Tol Padaleunyi, Kota/Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/3/2021). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan PT Jasa Marga pada Senin, 15 Maret 2021 melakukan simulasi uji coba rute kendaraan pengangkut rel kereta cepat Jakarta-Bandung dari dermaga Tanjung Priok pukul 05.00 WIB tiba di tujuan Km 150+200 B Jalan Tol Padaleunyi pukul 12.30 WIB. Namun hingga sore, kendaraan pengangkut rel yakni kendaraan Multi-Axle Trailer 32 Axle itu tidak kunjung tiba di tujuan. Berdasarkan informasi, kendaraan tersebut tidak jadi melanjutkan perjalanan akibat menimbulkan kemacetan di Jalan Tol Cikampek. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan Jepang untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya.

Menurutnya, saat ini pembahasan telah dilakukan intensif dengan Jepang untuk membangun proyek kereta semi cepat dengan waktu tempuh kurang dari enam jam.

Dengan adanya kereta cepat Jakarta-Surabaya ini, lanjut Budi, tentunya perjalanan akan lebih efisien. Sebelumnya Jakarta-Surabaya menggunakan kereta biasa, butuh waktu 9-10 jam dan dengan kereta cepat ini hanya perlu enam jam.

Budi Karya juga menjelaskan, bahwa transportasi perkeretaapian dapat menjadi moda transportasi masa depan. Maka dari itu infrastruktur harus terus dibangun untuk menunjang mobilitas masyarakat menggunakan transportasi publik.

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Material Rel Berkecepatan Tinggi Diimpor Langsung dari China

"Dengan adanya kereta cepat ini, tentunya diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari Jakarta-Surabaya nantinya dan waktunya juga jadi efisien sekali," kata Budi di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Kereta Api Shinkansen Jepang Dihiasi Tulisan Ajakan Bangkit dari Bencana Alam dan Pandemi Covid-19

Saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus meningkatkan infrastruktur perkeretaapian dengan membangun jalur kereta double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang terbagi menjadi tiga paket.

Menurut Budi Karya, saat ini pengerjaan proyek tersebut terdiri dari jalur Manggarai-Jatinegara Jatinegara-Bekasi dan Bekasi Cikarang.

"Proyek DDT Manggarai-Cikarang ini menelan biaya Rp 5 triliun, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)," ucap Budi Karya.

Budi Karya juga menjelaskan, bahwa yang dimaksud DDT ini adalah jalur dengan dua lintasan atau empat rel yang memisahkan jalur operasi Kereta Rel Listrik (KRL) dengan jalur kereta api jarak jauh.

"Artinya ada jalur yang buat luar kota dan dalam kota. Jadi pergerakan-pergerakan itu akan dipisahkan dengan sendiri," ucap Budi.

Dengan adanya jalur DDT ini, lanjut Budi, tentunya dapat meningkatkan kenyamanan, lebih aman dan juga cepat dari sebelumnya karena tidak perlu menunggu KRL ataupun kereta jarak jauh berganti jalur.

"Melalui DDT ini maka KRL ataupun kereta api jarak jauh, memiliki kebebasan untuk bersilangan maka kecepatan kereta api juga bisa ditingkatkan," ucap Budi.

Ia menambahkan, saat ini proyek DDT yang rampung 100 persen adalah rute Manggarai sampai Jatinegara dan dari Jatinegara-Bekasi.

"Secara keseluruhan, pembangunan proyek DDT Manggarai-Cikarang sudah mencapai 98 persen dan jalur ini sudah berfungsi sampai dengan Bekasi," kata Budi Karya.    

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved