Breaking News:

Pulihkan Ekonomi dari Segmen UMKM, BRI Hadirkan Inisiatif

Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mendukung penyaluran stimulus untuk mengoptimalkan upaya pemulihan kondisi ekonomi

Humas BRI
Direktur Utama BRI Sunarso 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mendukung penyaluran stimulus untuk mengoptimalkan upaya pemulihan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Dukungan diberikan baik dalam bentuk penyaluran kredit, edukasi, pembuatan survei indeks bisnis UMKM melalui BRI Micro & SME Index (BMSI), dan kerja-kerja luar biasa lainnya.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pemilihan sektor prioritas adalah kunci utama untuk pemulihan ekonomi.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2021 Wilayah Ternate Mulai 1 Ramadhan 1442 H Beserta Doa Niat Puasa

Dengan prioritas, maka fokus pemulihan bisa tercipta dan sumber daya terbatas yang dimiliki pemerintah dapat semakin optimal digunakan untuk membangkitkan perekonomian.

Sektor prioritas yang harus dipilih adalah segmen bisnis paling berkontribusi terhadap PDB, banyak menyerap tenaga kerja, dan berisi para pekerja berupah murah. Salah satunya adalah UMKM.

Dilihat dari jenis industrinya, maka prioritas pemulihan harus dilakukan terlebih dulu kepada pelaku usaha di industri manufaktur, pertanian, kehutanan, perdagangan, perikanan, dan konstruksi.

Sektor-sektor usaha tersebut adalah yang selama ini banyak berkontribusi terhadap PDB serta serapan tenaga kerjanya tinggi.

Baca juga: Syarat dan Cara Daftar BLT UMKM 2021, Dapat Uang Rp 1,2 Juta, Cek Penerima di eform.bri.co.id/bpum

“Ini dulu yang harusnya jadi prioritas kita, sektor industri yang diguyuri kredit dan didorong untuk menumbuhkan kredit dan pada akhirnya menumbuhkan perekonomian," jelas Sunarso dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Dirinya juga mengatakan, salah satu yang bisa menumbuhkan perekonomian itu adalah pertumbuhan kredit. Untuk menumbuhkan kredit itu berbagai cara dikeluarkan, antara lain menurunkan suku bunga.

Namun, menurut Sunarso, menurunkan suku bunga saja tidak cukup untuk mendongkrak pertumbuhan kredit.

"Ternyata (faktor) yang elastis untuk mendorong pertumbuhan kredit itu permintaan/konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Kalau begitu mari kita sama-sama suku bunga diturunkan, tetapi mendorong daya beli masyarakat, mendorong konsumsi RT itu menjadi penting,” ucapnya.

Sebagai bank dengan pangsa pasar terbesar di segmen UMKM, BRI yakin kebangkitan kondisi pelaku usaha mikro dan kecil akan terjadi tahun ini.

Karena itu, BRI mengajak seluruh pihak untuk turut membantu UMKM dan mengedukasi mereka agar memiliki posisi lebih sejajar dan menjadi mitra kuat lembaga perbankan.

"Dengan edukasi yang tepat, pelaku UMKM diyakini bisa meningkat kapasitasnya dan dalam jangka panjang dapat ditawari pembiayaan dengan harga murah," pungkasnya.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved