Breaking News:

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, Kemenhub Melakukan Pembatasan Angkutan Barang di Jalan Tol

Ketentuan pembatasan angkutan barang ini berlaku untuk mobil barang dengan sumbu tiga ke atas atau dengan muatan lebih dari 14 ton.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi: Sebuah truk bermuatan kayu terguling di jalan Pantura, Kaligawe Raya, Semarang menuju Demak, Jawa Tengah, saat jalan tersebut terendam banjir dan hanya kendaraan besar yang bisa melintas, sementara kendaraan roda dua tidak bisa lewat, Rabu (24/2/2021). Genangan yang cukup tinggi berada di ruas jalan bawah tol exit Kaligawe setinggi pinggang orang dewasa. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan pembatasan angkutan barang, di sejumlah jalan tol dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada momen libur panjang Hari Wafat Isa Al Masih.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pembatasan angkutan barang pada ruas jalan tol ini merupakan langkah penanganan arus balik momen libur panjang agar tidak ada kepadatan lalu lintas.

Menurutnya, ketentuan pembatasan angkutan barang ini berlaku untuk mobil barang dengan sumbu tiga ke atas atau dengan muatan lebih dari 14 ton.

Baca juga: Penutupan Program Keselamatan 2020: 197 Ribu Lebih Mitra Lalulintas Dapat Bansos dan Pelatihan

"Selain itu, untuk mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandeng dan mobil barang untuk mengangkut galian serta bahan tambang dan bangunan juga berlaku pembatasan di ruas jalan tol," kata Budi Setiyadi dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Dalam pembatasan ini, lanjut Budi, angkutan barang akan dialihkan ke jalan arteri mulai dari Pantura ara timur ke arah barang dari Gerbang Tol (GT) Kendal hingga ke GT Palimanan IV dan kemudian masuk kembali di GT Cikarang Barat.

"Ketentuan pembatasan angkutan barang ini berlaku mulai 4 April 2021, pukul 12.00 WIB hingga 5 April 2021 pukul 08.00 WIB. Tetapi untuk angkutan barang yang mengangkut bahan bakar minyak dan gas akan dikecualikan," kata Budi.

Angkutan barang yang mengangkut kebutuhan ekspor impor, air minum kemasan, ternak, pupuk serta barang pokok juga akan dikecualikan terkait aturan tersebut.

"Pembatasan angkutan barang tentunya untuk keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas mengingat saat ini merupakan libur panjang dan akan ada lonjakan arus balik lalu lintas." ucap Budi.  

Berita terkait

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved