Breaking News:

Indonesia Bentuk Industri EV Battery, IBC Diprediksi Bakal Jadi Pemain Top Global

Indonesia memiliki potensi yang signifikan untuk mengembangkan ekosistem industri kendaraan bermotor listrik dan baterai listrik.

Editor: Hendra Gunawan
GSMArena.com
Ilustrasi baterai 

"Di sisi lain, pengembangan inovasinya masih sangat luas. Misalnya, meningkatkan daya tahan baterai, pengisian cepat daya, dan meningkatkan kepadatan daya baterai (desain)," ucap Ariyo.

Baca juga: Perbedaan Samsung Galaxy A32, A52, dan A72: Mulai dari Harga, Layar, hingga Baterai

"Hal tersebut hanya dapat dicapai jika IBC ditopang dengan R&D yang melibatkan institusi pendidikan dalam negeri untuk memproduksi baterai dengan inovasi terbaru," tambahnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Kementerian BUMN resmi mengumumkan pembentukan holding Indonesia Battery Corporation (IBC).

Tujuan pembentukan holding ini bertujuan untuk memproduksi secara mandiri electric vehicle (EV) battery, atau baterai kendaraan listrik, yang bakal terintergrasi mulai dari hulu hingga hilir.

Holding baterai kendaraan listrik memiliki anggota yakni holding BUMN pertambangan MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, BUMN yang tergabung dalam IBC bakal menjadi pemain di setiap sektornya. Mulai dari hulu hingga hilir.

"Kita dorong Pertamina dan PLN dan MIND ID untuk bergabung. Kita ingin jadi global player dan menguatkan penguasaan pasar. Kita nggak mau jadi market aja," jelas Menteri Erick Thohir dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (26/3/2021).

"Dari hulu hingga hilir BUMN ikut semua, bukan hanya ikut di hulu saja," tegasnya.

Berita terkait

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved