Breaking News:

Menteri Perdagangan Sebut Naiknya Harga Komoditas Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia

Mendag menyebut melonjaknya harga komoditas primer pada saat ini, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Muhammad Lutfi - Menteri Perdagangan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut melonjaknya harga komoditas primer pada saat ini, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

"Sekarang terjadi supercycle, naiknya harga komoditas, terutama komoditas dasar akibat pertumbuhan ekonomi baru," ucap Lutfi saat acara "Dialog Gerakan Ekspor Nasional: Target Ekspor Negara Sahabat" yang digelar Tribun Network secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Kemendag Segera Selesaikan Perjanjian Dagang IEU-CEPA, Ini Manfaatnya

Lutfi menjelaskan, harga minyak mentah dunia pada April 2020 senilai 13,2 dolar AS per barel, dan pada akhir tahun kemarin meningkat menjadi 51,9 dolar AS per barel.

Kemudian, harga Liquied Natural Gas (LNG) pada April 2020 di posisi 1,8 dolar AS per MMBTU, dan akhir 2020 naik menjadi 15,1 dolar AS per MMBTU.

Baca juga: Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM Dukung Arsjad Rasjid Jadi Ketua Kadin

"Pada akhir tahun ini diprediksi harganya akan melandai di 5,63 dolar AS per MMBTU," ucapnya.

Selanjutnya, Lutfi menyebut, harga bijih besi juga mengalami tren kenaikan, di mana pada Maret 2020 senilai 80 dolar AS per metric ton, dan pada Desember 2020 menjadi 177 dolar AS per metric ton.

"Lalu harga tembaga yang tadinya terendah pada April sebesar 4.772 dolar AS per metrik ton, pada akhir Desember 2020 naik menjadi 7.964 per metrik ton. Hari ini sudah tembus 9 ribu dolar AS per metrik ton," katanya.

"Ini adalah supercycle. Jadi harga naik luar biasa, mudah-mudahan ini keberuntungan bagi perekonomian Indonesia," ujarnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved