Breaking News:

Sejarah Panjang PT POS Indonesia di Sektor Jasa Keuangan, Pernah Memiliki Bank saat Zaman Belanda  

POS Indonesia mengirimkan uang dari Belanda ke Indonesia, atau sebalikny dan dari Batavia (Jakarta) ke seluruh penjuru tanah air

ist
Direktur Utama PT POS Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT POS Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan POS Indonesia memiliki rekam jejak cukup panjang di industri jasa keuangan.

Hal ini menyusul target pemerintah meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di 2024 hingga 90 persen.

"POS Indonesia sebenarnya sudah cukup lama berkecimpung di sektor jasa keuangan.

Bahkan POS Indonesia pernah punya tiga kali bank pada zaman Belanda di antaranya Postspaarbank atau dalam bahasa Indonesia Bank Tabungan Pos, hingga akhirnya berubah spin off menjadi Bank Tabungan Negara (BTN)," kata Faizal dalam webinar, Rabu (7/4/2021).

Selain itu, ada Bank Pos Nusantara bekerjasama dengan Rajawali Nusantara Indonesia yang kemudian dilikuidasi pada tahun 1998/1999 akibat krisis moneter.

Terakhir adalah Bank Mantap (Mandiri, Taspen, Pos yang didirikan pada 1992 di Bali.

Baca juga: Pos Indonesia Garap Potensi Pasar Inklusi Keuangan di Indonesia

"Namun PT POS pada akhirnya pada 2017 dilusi keluar dari bank hasil joint venture tersebut," tukas Faizal.

Menurutnya, PT POS Indonesia berdiri di zaman Belanda dengan ikhtiar mengirimkan uang.

"POS mengirimkan uang dari Belanda ke Indonesia, atau sebaliknya. Atau dari Batavia ke seluruh penjuru tanah air. Jadi kita bukan pemain baru di jasa keuangan," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved