Breaking News:

Di Tengah Pandemi, Pasar Modal Syariah Tumbuh Konsisten

Data BEI per 31 Maret 2021, jumlah saham syariah sebanyak 434 saham dari total 724 saham yang tercatat, meningkat dibandingkan tahun 2016

Tribunnews/Jeprima
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah guncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, pasar modal syariah Indonesia terus mengalami pertumbuhan secara konsisten.

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah investor syariah dari lima tahun terakhir yang tumbuh sebesar 647 persen.

“Jumlah investor syariah tumbuh konsisten sebesar 647 persen tumbuh, data per Februari 2021, total jumlah investor syariah 91.703 investor, tumbuh pesat dibandingkan jumlah investor syariah pada tahun 2016 sebesar 12.283 investor,” ujar Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Menko Luhut Tegaskan Pemerintah Tak Ikut Campur Bursa Calon Ketua Umum Kadin

Ia menilai, jumlah saham syariah juga tumbuh konsisten berdasarkan data-data yang ada.

Data BEI per 31 Maret 2021, jumlah saham syariah sebanyak 434 saham dari total 724 saham yang tercatat, meningkat dibandingkan tahun 2016 yang berjumlah 331 saham syariah dari total 537 saham yang tercatat.

“Selama 2020, sebanyak 38 emiten yang melakukan pencatatan baru di tahun 2020 merupakan saham syariah dari total 51 saham tercatat baru atau sekitar 75 persen dari total saham yang melakukan listing saham,” ucapnya.

Baca juga: Pembebasan Biaya Penempatan TKI ke Taiwan Masih Dikaji Kemnaker

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, industri pasar modal syariah yang tumbuh secara konsisten, dapat dimaknai sebagai momen kebangkitan pasar modal syariah Indonesia.

Di samping itu, lanjutnya, pasar modal syariah juga telah mendapatkan banyak prestasi di kancah internasional.

“Sebagai informasi, pasar modal syariah kita mendapatkan penghargaan internasional dua tahun berturut-turut, 2019-2020, dari GIFA, untuk kategori The Best Islamic Capital Market,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved