Breaking News:

Bank DBS Indonesia dan Manulife Kenalkan 3 Alternatif Investasi Baru

Alternatif investasi baru ini menempatkan dana investasi pada instrumen pendapatan tetap dan saham.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Managing Director, Chief Operating Officer, PT Bank DBS Indonesia, Bimo Notowidigdo (kiri) berbincang dengan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat acara DBS Asian Insights Conference 2021 di Jakarta, Senin (22/3/2021). Pada sesi 'Economy and Political Outlook 2021', para panelis berdiskusi tentang pandangan ekonomi dan politik nasional di tahun 2021 dan solusi pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia meluncurkan tiga alternatif dana investasi terbaru untuk produk asuransi unit link MiTreasure Ultimate Protection [MITUP], MiTreasure Optimax Protection [MITOP], dan MiWealth Protection [MWP], yaitu Manulife Dana Pendapatan Tetap Jangka Pendek Dolar (MDPTJPD), Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD), dan Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar (MDETGD).

Alternatif investasi baru ini menempatkan dana investasi pada instrumen pendapatan tetap dan saham.

“Nasabah dan keluarga Indonesia bisa merencanakan serta mendiversifikasi aset investasinya melalui ketiga pilihan dana investasi baru yang telah tersedia pada produk asuransi mitra kami, Manulife Indonesia,” kata Paulus Sutisna, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia dalam keterangan pers, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Investor Pemula Perlu Kenali Dulu Makna Berinvestasi di Saham Agar Tak Terjebak Jadi Spekulan

Manulife Dana Pendapatan Tetap Jangka Pendek Dolar (MDPTJPD) menempatkan dana investasinya pada obligasi pemerintah Indonesia bertenor pendek dan memiliki strategi pengelolaan yang mengedepankan stabilitas serta menjaga tingkat volatilitas.

Baca juga: Investor Disarankan Jauhi Dulu Saham-saham Emiten BUMN, Harganya Sudah Kemahalan

Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar (MDETGD) dan Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD) mengalokasikan dana investasinya pada instrumen saham.

MDETGD menawarkan potensi pertumbuhan saham-saham di sektor teknologi seperti 5G, electric vehicle, artificial intelligence, cloud computing, dan internet of things," katanya.

Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD) berinvestasi di pasar modal China, di tengah ‘new economy’ China yang berpotensi diuntungkan dari tren digitalisasi, urbanisasi, peningkatan konsumsi, automasi, dan layanan kesehatan.

Ryan Charland, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia menambahkan, saat ini ada kebutuhan yang kuat di antara masyarakat Indonesia akan perlindungan finansial, terutama untuk jangka panjang.

Dengan tiga pilihan investasi baru, nasabah dan keluarga Indonesia dapat menikmati kesempatan untuk memaksimalkan perencanaan keuangan mereka,” katanya.

Perkembangan asuransi unit link di Indonesia semakin meningkat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Oktober (ytd) 2020, pangsa pasar unitlink masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2020.

Pangsa pasar unitlink mencapai 64% hingga Oktober (ytd) 2020 dan pangsa pasar tersebut meningkat dari tahun 2019 sebesar 55%.

Hasil survei Manulife Asia Care terbaru terhadap 519 responden asal Indonesia dan dirilis pada Februari, menunjukkan hampir tiga perempat (72%) responden ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan—sedikit lebih tinggi dari rata-rata kawasan (71%).

Sebanyak 88% responden menyatakan, sejak Covid-19 terjadi, perencanaan masa pensiun kini dianggap semakin penting.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved