Breaking News:

Perkuat Fundamental Bisnis, PGN Dorong Ekspansi dan Efisiensi Layanan Gas Bumi

Pipa tersebut berpotensi mengangkut minyak kurang lebih 200 ribu sampai 265 ribu BOPD, dan ditargetkan akan komersial pada akhir 2021

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang operator melakukan proses pengisian bahan bakar gas (BBG) ke angkutan kota (angkot) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Mobile Refueling Unit (SPBG MRU) Bandung milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Jalan Banten, Kota Bandung, Kamis (5/12/2019). SPBG MRU Bandung satu-satunya SPBG MRU yang ada di wilayah Bandung itu, menyalurkan BBG sekitar 250 LSP (liter setara premium) per hari untuk konsumen sektor transportasi seperti angkot dan taksi, serta ke sektor industri menggunakan GasLink. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan efisiensi dan efektifitas dalam menjaga kinerja bisnis maupun operasional pada tahun ini. 

“PGN optimis kinerja bisnisnya di tahun 2021 akan terus membaik. Selain pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang diperkirakan berjalan lebih cepat, beroperasinya sejumlah infrastruktur pipa gas bumi akan menjadi penopang penguatan bisnis perseroan,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, Senin (12/4/2021).

Menurutnya, beberapa proyek infrastruktur yang bakal menjadi katalis pertumbuhan bisnis perseroan, di antaranya pembangunan pipa minyak ke Blok Rokan di Riau, dengan panjang kurang lebih 367 km. 

Pipa tersebut berpotensi mengangkut minyak kurang lebih 200 ribu sampai 265 ribu BOPD, dan ditargetkan akan komersial pada akhir 2021.

Pipa minyak rokan merupakan salah satu proyek energi terbesar yang mencetak efisiensi anggaran sebesar Rp 2,1 triliun. 

Baca juga: Perkuat Bisnis, PGN Dorong Ekspansi dan Efisiensi Layanan Gas Bumi

Rachmat menyebut, kehadiran jaringan pipa minyak Rokan juga akan memperkuat portofolio dan meningkatkan pendapatan transportasi migas perseroan, meningkatkan lifting dari Blok Rokan, serta mendorong tingkat efisiensi biaya pelaksanaan proyek strategis nasional.

“Proyek infrastruktur transmisi lain yang berpotensi menjadi backbone baru bagi pemanfaatan gas bumi adalah selesainya pembangunan pipa gas transmisi Gresik -Semarang oleh PT Pertagas. Jaringan pipa transmisi ini sepanjang 267 KM dengan kapasitas pengaliran gas maksimal sekitar 400 MMSCFD,” papar Rachmat.

Melalui Afiliasi Saka Energy Muriah Ltd. (SEML), PGN menyalurkan gas dari Lapangan Kepodang untuk Pembangkit Listrik Tambak Lorok Jawa Tengah dengan potensi pengaliran gas sebesar 10-15 BBTUD. 

Penyaluran gas dari Lapangan Kepodang ke Pembangkit Listrik Tambak Lorok menggunakan infrastruktur Pipa Tranmisi Kalija I yang dikelola oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) dengan panjang kurang lebih 201 km. 

Baca juga: Aktif di Media Sosial, Postingan Nissa Sabyan Jadi Sorotan Netizen, Dilihat Lebih 1 Juta Kali

Kemudian, saat ini PGN tengah menyelesaikan proyek interkoneksi Pipa Gresik-Semarang (Gresem) dengan Pipa Kalimantan Jawa Gas (Kalija).

Ekspansi bisnis perseroan lainnya, yakni proyek gasifikasi kilang Pertamina, memperluas pemanfaatan LNG dengan membangun infrastruktur LNG untuk smelter domestik, dan lainnya. 

"PGN juga terus mengambil inisiatif untuk mengoptimalkan pasar-pasar eksisting, maupun pasar yang baru dengan dukungan infrastruktur," ucapnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved