Breaking News:

Cryptocurrency Dinilai Tumbuh Akibat Mata Uang Negara Tidak Lagi Dipercaya Investor

Ahmad Gozali menilai cryptocurrency atau mata uang kripto semakin tumbuh nilainya akibat mata uang negara sudah tidak lagi dipercaya

PEXELS/WORLDSPECTRUM/Kompas.com
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perencana keuangan Ahmad Gozali menilai cryptocurrency atau mata uang kripto semakin tumbuh nilainya akibat mata uang negara sudah tidak lagi dipercaya beberapa investor.

Ahmad menjelaskan, mata uang negara seakan makin kurang bisa dipercaya karena investor memandang pencetakannya "suka-suka".

Baca juga: Tidak Mungkin Diatur Negara, Pemain Cryptocurrency Harus Waspada

"Kripto justru tumbuh akibat ketidakpercayaan pada mata yang dibuat oleh negara. Misalnya dolar Amerika Serikat (AS) bisa "dicetak" suka-suka dengan program quantitative easing," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Kamis (15/4/2021).

Selain itu, mata uang China yakni yuan juga bisa dibuat dua versi dengan renmimbi dan nilai tukarnya diatur oleh Negeri Tirai Bambu.

"Wajar saja, setiap negara punya strategi sendiri dalam melindungi mata uang dan ekonomi negaranya," katanya.

Karena itu, Ahmad menambahkan, aset cryptocurrency amat berisiko jika investor melalukan transaksi dengan perhitungan yang kurang matang karena tidak dilindungi negara.

"Maka jangan harap mata uang kripto akan diatur apalagi dilindungi secara hukum. Setiap investor melakukan transaksi dengan risiko masing-masing," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved