Breaking News:

Gempa di Sulawesi Barat

34,15 Persen Fasilitas Umum yang Rusak Akibat Gempa di Sulbar Selesai Direhabilitasi

Kementerian PUPR melanjutkan merehabilitasi sejumlah gedung, dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa bumi di Sulawesi Barat.

Tribun Timur/Sanovra JR
Sejumlah prajurit Paskhas melakukan loading atau penurunan bantuan dari dalam pesawat Hercules TNI Angkatan Udara yang tiba di Bandara Tampa Padang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (27/1/2021) siang. Diketahui, pesawat Hercules ini sebelumnya mengambil sembako dari Jakarta dan Malang lalu ke Mamuju. Bantuan berupa bahan makanan, tikar, dan kebutuhan lainnya itu berasal dari tiga instansi. Mulai dari Komando Operasi I TNI Angkatan Udara (Koops I TNI AU), Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Pia Adhya Garini. Bantuan ini akan didistribusikan langsung ke korban bencana gempa Sulawesi Barat yang terjadi pada Jumat dua pekan lalu. Tribun Timur/Sanovra JR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan merehabilitasi sejumlah gedung, dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa bumi di Sulawesi Barat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada sejumlah langkah penanganan pascabencana di Sulawesi Barat, yaitu membuka akses konektivitas Majene dan Mamuju. 

Kemudian, pembersihan puing, menjamin keamanan, dan semua bangunan akan diaudit teknis kelayakannya khususnya bangunan pemerintah, maupun perumahan yang masih berdiri. 

"Tujuannya untuk menentukan masih layak atau tidak bangunan meskipun terlihat kasat mata sekilas masih bagus. Jika masih layak untuk digunakan, maka cukup direnovasi sedikit," ujar Basuki, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Malang, BMKG Sebut Hal Ini yang Jadi Penyebabnya

Bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, Kementerian PUPR menangani 96 bangunan gedung yang terdiri 56 gedung pemerintahan, 29 bangunan fasilitas kesehatan, 2 gedung perguruan tinggi negeri, 2 bangunan fasilitas ibadah, 5 rumah susun atau perumahan, serta 2 instalasi air minum.

Baca juga: Ada Warga yang Enggan Mengungsi, Polisi Robohkan Rumah Korban Gempa di Lumajang, Ini Alasannya

Dari 96 bangunan tersebut, 82 bangunan sudah mulai ditangani dengan capaian progres fisik mencapai 34,15 persen.

Bangunan tersebut terdiri dari 46 bangunan proses perbaikan, 11 bangunan dalam proses pembongkaran dan 25 bangunan telah selesai, dimana 12 bangunan telah dilakukan serah terima pemanfaatan.

Kementerian PUPR juga merehabilitasi 41 sekolah negeri dan 3 madrasah negeri yang rusak dengan 1 sekolah negeri yang sudah masuk ke dalam program penanganan reguler Direktorat Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya TA 2021 ini.

Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan total kebutuhan anggaran Rp 856,8 miliar.

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved