Breaking News:

Kemenkeu Jelaskan Program Beasiswa Indonesia dan Belanda di Bidang Iptek

i Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menandatangani perjanjian kerja sama DIKTI-LPDP-STUNED Joint Scholarship Program. 

Kemenkeu.go.id
Direktur Utama LPDP Kemenkeu Andin Hadiyanto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menandatangani perjanjian kerja sama DIKTI-LPDP-STUNED Joint Scholarship Program. 

Penandatangan dilakukan oleh LPDP, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dan Nuffic Neso Indonesia.

Direktur Utama LPDP Kemenkeu Andin Hadiyanto menyampaikan, program kerja sama pembiayaan beasiswa oleh LPDP dengan mitra internasional ini sangat penting karena menggabungkan potensi yang dimiliki kedua negara dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Selain itu kerjasama ini juga mendukung peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda.

Baca juga: Kemenkeu: Aset Milik Negara Bisa Dikelola Swasta, Tapi Wajib Setor

“Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia yang potensi pengembangannya sangat besar untuk dikelola secara bisnis dan berkelanjutan. Sementara itu, Belanda sangat berpengalaman di bidang water management dan teknologi, serta sustainable fisheries dan marines," ujarnya melalui laman kemenkeu.go.id, Selasa (20/4/2021). 

Baca juga: Lagi, BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 persen

Harapannya, kerja sama ini dapat saling menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan terjadi harmonisasi di dalam inovasi. 

"Akhirnya, memberikan nilai tambah bagi peningkatan hubungan bilateral di kedua negara,” kata Andin.

Kerja sama ini akan menyediakan beasiswa pada bidang Magister mulai tahun akademik 2021 hingga 2023 pada bidang pengelolaan dan teknologi air serta kewirausahan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. 

Untuk yang terakhir berfokus pada perikanan dan kelautan serta ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan yang merupakan pilot project untuk program strategis lainnya di masa yang akan datang. 

"LPDP bersama dengan Nuffic Neso dan Ditjen DIKTI berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi bersama agar kerja sama yang baik ini semakin optimal dan untuk dikembangkan di masa datang," pungkas Andin.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved