Breaking News:

Hari Kartini

Perempuan Tak Perlu Merasa Terkekang Bekerja di Tempat yang Didominasi Laki-Laki

satu di antara pekerja perempuan dari Gagas yakni Masnila Trisna atau yang biasa disapa Awi, merasa bangga menjadi bagian dari industri gas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perempuan Indonesia tidak perlu merasa terkekang atau terintimidasi lagi dengan pekerjaan yang mungkin selama ini masih didominasi pekerja laki-laki, seperti industri minyak dan gas.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) Muhammad Hardiansyah, terkait Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April.

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Perempuan Bangsa Gaungkan Gerakan Sejuta Takjil untuk Indonesia

“Walaupun saat ini pekerja perempuan Gagas masih 32 persen dari total pekerja yang ada, tetapi kesempatan berkarier dan berkembang di sini sama, bahkan 4 dari 8 posisi Vice President (VP) di Gagas saat ini dijabat oleh pekerja perempuan," kata Hardiansyah dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

"Selain itu saya juga sangat mengapresiasi pekerja perempuan terlebih di kondisi pandemi saat ini, karena selain bekerja dengan segala keterbatasan dan protokol yang harus dipatuhi di lapangan, mereka juga memiliki kewajiban untuk tetap menjaga keluarga di rumah," sambungnya.

Baca juga: Jamu Toga Srikandi Timuran, Aksi Ibu-ibu di Kelurahan Timuran Solo Perkuat Ekonomi Keluarga

Di sisi lain, satu di antara pekerja perempuan dari Gagas yakni Masnila Trisna atau yang biasa disapa Awi, merasa bangga menjadi bagian dari industri gas di tanah air.

Awi saat ini menjabat sebagai Sales Area Head Jakarta I Gagas, bertanggungjawab memenuhi kebutuhan pengguna Gasku, dan juga memenuhi kebutuhan energi gas bumi bagi pelanggan Gagas di sektor komersial dan industri wilayah Jakarta Barat hingga Tangerang melalui Gaslink.

Bukan hal mudah untuk dapat mengoperasikan SPBG dan tetap melayani kebutuhan pelanggan baik pelanggan transportasi, industri maupun komersial.

Terutama di industri minyak dan gas yang saat ini masih didominasi oleh laki-laki. Bagaimana SPBG dapat beroperasi, kendala teknis dan operasional yang mungkin dihadapi, permasalahan sosial di lapangan hingga aspek komersial harus dikuasi oleh Ibu muda berusia 30 tahun ini.

"Walaupun jadi lupa rasanya pakai high heels karena selalu di lapangan, tetapi ada kebanggaan tersendiri melihat saya dan tim bisa menyalurkan energi baik untuk para pelanggan," tutur Awi.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved