Breaking News:

Jadi Menteri Investasi, Bahlil Diminta Tingkat Koordinasi

tujuan utama pembentukan Kementerian Investasi oleh Presiden Joko Widodo pastinya untuk meningkatkan koordinasi kebijakan investasi.

ist
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia diminta meningkatkan koordinasi setiap pemangku kepentingan dalam menggenjot investasi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menjelaskan, tujuan utama pembentukan Kementerian Investasi oleh Presiden Joko Widodo pastinya untuk meningkatkan koordinasi kebijakan investasi.

Baca juga: Menteri Bahlil Janji Bakal Realisasikan Target Investasi Rp 900 Triliun Tahun Ini

Hal tersebut, kata Piter, sulit dilakukan Bahlil selama menjabat sebagai Kepala BKPM karena keterbatasan kewenangannya.

"Sesuai tujuan itu, yang harus dilakukan oleh Pak Bahlil adalah bagaimana mengkoordinasikan, mensinergikan kebijakan-kebijakan investasi antar kementerian dan lembaga, antar pemerintah pusat dan daerah," kata Piter saat dihubungi, Rabu (28/4/2021).

Dengan latar belakang pengusaha dan pengalaman memimpin BKPM, Piter berharap Bahlil bisa meningkatkan koordinasi investasi tersebut.

Baca juga: Bahlil: Investasi Pintu Masuk Pembangunan SDM dan Ekonomi

"Bila koordinasi ini bisa lebih baik, realisasi investasi akan lebih baik lagi," ucapnya.

"Tapi perlu juga dicatat, koordinasi kebijakan itu tidak satu pihak, diperlukan kesediaan pihak lain juga, ego sektoral harus dihilangkan. Saya lira kendala ini yang paling berat yang akan dihadapi oleh Pak Bahlil," sambung Piter.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik dua menteri dan satu Kepala Lembaga di Istana Negara pada Rabu, (28/4/2021). Mereka yang dilantik yakni Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; lalu Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi; dan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Prosesi pelantikan dan pembacaan sumpah dilakukan pada pukul 15.05 WIb. Turut hadir mendampingi Presiden, yakni Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menko Maritim Luhut Binsar dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan lainnya.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden oleh Deputi Bidan Administrasi Aparatur Kemensetneg Nanik Purwanti.

Pertama yakni Keputusan Presiden RI Nomor 72P tahun 2021 tentang pembentukan dan pengubahan kementerian serta pengangkatan beberapa menteri negara Kabinet Indonesia Maju periode tahun 2019-2024 .

"Mengangkat sebagai menteri negara kabinet Indonesia maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 masing-masing satu: Saudara Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dua, sauadara Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi. Dietapkan di Jakarta 24 April 2021," bunyi Keppres yang dibacakan.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved