Ini Rahasia Aice Rajai Bisnis Es Krim di Indonesia, Inovasi dan Strategi Pemasarannya Unik!

Kesuksesan berbagai varian produknya tidak melulu disebabkan oleh faktor harga atau beberapa resep pemasaran

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Profesor dan guru marketing dunia Philip Kotler dalam bukunya berjudul Never Stop Winning through Innovation-led Productivity (2020) pernah menulis: 

“Ada perusahaan yang ahli dalam salah satu hal, antara inovasi atau pemasaran. Tetapi salah satu saja tidak cukup. Jika perusahaan hanya ahli dalam pemasaran, masalah akan muncul: pelanggan akan berubah, mereka akan selalu memiliki keinginan baru.

Karenanya Anda membutuhkan inovasi. Terutama agar perusahaan selalu siap menyediakan hal baru dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama.”

Ulasan Philip Kotler ini menarik dan bisa jadi pas untuk memotret kiprah Aice di bisnis es krim di Indonesia.

Baca juga: Menko Luhut Puji Erick Thohir yang Pertajam Lini Bisnis Perusahaan-perusahaan Pelat Merah

Masuk ke pasar sebagai benar-benar pendatang baru di 2015 dengan mengakuisisi perusahaan es krim lojal PT Alpen Food Industry, Aice perlahan menguasai pasar es krim di Indonesia.

Perusahaan ini mengelola 3 pabrik es krim masing-masing di Cikarang, Jawa Barat, Ngoro di Mojokerto, Jawa Timur, dan di Medan.

Tiga pabrik ini memasok kebutuhan es krim ke berbagai wilayah dai Pulau di Indonesia.

Baca juga: Bermodal Printer dan Kertas HVS, Penjual Es Krim Keliling di Tasikmalaya Produksi Uang Palsu

Memang, sejak mengakuisisi Alpen Food Industry, produsen es krim Aice Mochi dan Aice Susu Telur ini langsung gas pol dalam pengembangan dan pemasaran.

Langkah pemasaran pertama yang dilakukan adalah penguatan rantai pendingin, jaringan distribusi, dan pemasar kecil serta tradisonal (UMKM).

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved