Breaking News:

Kadin: Pengusaha Usul Ada Tax Amnesty Jilid II

Tax amnesty dilakukan pertama kali di Indonesia pada Juli 2016 melalui UU No. 11/2016 tentang Pengampunan Pajak.

Harian Warta Kota/henry lopulalan
SERAHKAN SPT- Warga sedang menunggu giliran untuk menyerahkann Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak PPh periode 2016 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Menteng , Jl. KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat(21/4/2017). SPT WP orang pribadi diperpanjang hingga 21 April karena pada saat yang bersama pelaksanaan program tax amnesty juga berakhir. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani mengatakan para pengusaha mengusulkan adanya penerapan pengampunan pajak (tax amnesty) jilid II. 

Menurutnya tax amnesty jilid I dinilai sebagai kebijakan yang cukup berhasil. Karenanya jilid II pun dinilai langkah yang baik lantaran pandemi juga belum hilang. 

“Kalau dari kami dari dunia usaha, memang dari teman-teman pengusaha bagaimana kembali melakukan tax amnesty kedua ini tentunya karena melihat tax amnesty pertama itu berjalan dengan baik,” ujar Rosan, dalam rilis survei bertajuk 'Persepsi Ekonomi dan Politik Jelang Lebaran', Selasa (4/5/2021). 

Menurutnya, tax amnesty dilakukan pertama kali di Indonesia pada Juli 2016 melalui UU No. 11/2016 tentang Pengampunan Pajak.

Baca juga: Waka DPD RI Ingatkan Tax Amnesty Jilid II Harus Berkaca Pada Jilid I

Rosan menyebut keberhasilan kebijakan tax amnesty pada masa itu membuat pengusaha menginginkan kebijakan yang sama kembali dilakukan. 

Baca juga: Nadiem: Kebijakan Super Tax Deduction Perluas Kerjasama Vokasi dengan Industri

“Sebetulnya tax amnesty pertama berjalan dengan sukses sehingga keinginan tax amnesty kedua memang timbul,” kata dia. 

Namun jika akhirnya pemerintah kembali menerapkan tax amnesty jilid II, Rosan berpesan agar kebijakan itu disusun dengan baik demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. 

“Saya rasa perlu dilakukan assesment yang dalam sehingga asas manfaatnya bisa dijabarkan dengan baik dan benar sehingga tax amnesty kedua ini diwacanakan dan coba dipelajari lebih dalam supaya tahu plus minus dari tax amnesty kedua ini,” pungkasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved