Breaking News:

212 Mart

Ada Tunggakan Sewa Gedung di Dugaan Penggelapan Investasi Toko 212 Mart Samarinda

Mito mengatakan, kalau pemilik sebelumnya tidak membayar uang sewa alias meninggalkan tunggakan uang sewa ruko.

Tribun Kaltim
Toko 212 Mart di Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. 

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kasus dugaan penyelewengan dana invetasi yang dilakukan oleh pengelola atau manajemen 212 Mart di Kota Samarinda, yang sudah berdiri sejak 2018 silam tengah diselidiki dan dipelajari pihak Kepolisian Resor Kota Samarinda.

Bekas bangunan yang berada di dua kawasan coba didatangi TribunKaltim.co melihat kebenaran penutupan, dari tiga toko 212 Mart yang buka di Kota Tepian

Lokasi pertama berada di Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Pintu rolling door dengan dominasi putih ditambah biru dan merah sebagai garis khas 212 Mart terlihat terbuka sekitar 100 centimeter.

Di depan terlihat tumpukan pasir, batu bata dan beberapa peralatan pertukangan. Kios tersebut sudah resmi tutup, papan plang 212 Mart juga terlihat sudah tidak ada.

Salah satu pekerja bangunan ruko bernama Mito bercerita bahwa sejak lama tidak lagi beroperasi.

Baca juga: Tim Advokasi Dugaan Penggelapan Dana Investasi 212 Mart Melapor ke Polresta Samarinda

Dia diminta pemilik baru untuk merenovasi guna membuka restoran cepat saji.

"Sudah nggak beroperasi lama, saya dari 1 bulan lebih di sini sudah nggak ada itu supermarketnya," ujar Mito, ditemui di lokasi eks 212 Mart, Senin (3/5/2021) siang.

Mito mengatakan, kalau pemilik sebelumnya tidak membayar uang sewa alias meninggalkan tunggakan uang sewa ruko.

Baca juga: Slamet Maarif Sebut 212 Mart yang Diduga Terkait Penipuan Tidak Ada Kaitannya dengan PA 212

"Diduga pemiliknya lari, kemudian uang sewa ruko belum dibayar," ungkap Mito.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved