Breaking News:

Penguatan IHSG Hari Ini Diprediksi Berlanjut di Tengah Ancaman Lonjakan Kasus Covid-19

Secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada area support bullish trend line dan indikasi whipsaw MA5 menuju MA20. 

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini secara teknikal diprediksi mencoba lanjutkan penguatan dengan support resistance 5.942 hingga 6.012. 

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada area support bullish trend line dan indikasi whipsaw MA5 menuju MA20. 

"Indikator stochastic terkonsolidasi pada area middle dengan MACD yang undervalue," ujar dia melalui risetnya, Jumat (7/5/2021). 

Lanjar menjelaskan, harga komoditas menguat sejalan dengan inflasi utama Amerika Serikat (AS) menjelang rilis angka ketenagakerjaan AS terbaru. 

Baca juga: IHSG Diperkirakan Masih Bisa Menguat di Tengah Kontraksi Ekonomi

Menurutnya investor semakin fokus pada kapan Federal Reserve atau The Fed mungkin mulai menghentikan dukungan daruratnya. 

Baca juga: IHSG Diyakini Sudah Keluar dari Tren Pelemahan, Saham-saham Ini Bisa Dikoleksi

Lanjar menambahkan, ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan The Fed akan mengumumkan penurunan laju pembelian obligasi pada kuartal IV. 

"Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell belum bergeser dari pesannya bahwa terlalu dini untuk membahas langkah seperti itu, para pembuat kebijakan mulai menangani masalah ini secara lebih langsung," pungkasnya.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved