Breaking News:

Menyorot Perbedaan Sikap Bappebti dan OJK Terkait Mata Uang Kripto

Bappebti menyatakan, akan segera membuat bursa kripto agar perdagangan menjadi teregulasi demi keamanan investor.

The Independent
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada fenomena menarik yakni perbedaan sikap Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait cryptocurrency atau mata uang kripto.

Bappebti menyatakan, akan segera membuat bursa kripto agar perdagangan menjadi teregulasi demi keamanan investor.

Sementara, OJK terus-terusan mengimbau terkait risiko tinggi jika memilih kripto sebagai portfolio investasi karena tidak ada dasar hitungan atau underlying-nya.

Baca juga: Risiko Tinggi Bermain Uang Kripto Sudah Ada di Jepang Sejak 2018

Perencana keuangan Ahmad Gozali memaklumi perbedaan kedua institusi negara itu dengan kepentingannya masing-masing.

"Saya rasa wajar saja ada perbedaan sikap antara Bappebti dan OJK. Mengingat kedua lembaga ini punya kepentingan yang berbeda," ujarnya melalui pesan singkat, belum lama ini.

Baca juga: Indonesia Harus Waspadai Kejadian Hilangnya Dana Investor di Uang Kripto di Turki

Adapun, OJK sebagai pengawas pasar modal dinilainya cenderung lebih berhati-hati dengan transaksi tanpa underlying asset.

"Lalu, bappebti sebagai pengawas bursa berjangka tentu ingin bursanya lebih ramai lagi. Caranya dengan tambahan komoditas untuk diperdagangkan," kata Ahmad.

Dia menambahkan, tidak bisa menerka lebih jauh ada tidaknya penekanan dari broker kripto terhadap Bappebti untuk menggelar bursa kripto.

"Tidao bisa komentar apakah ada kepentingan broker kripto atau tidak di balik sikap tersebut. Namun, yang jelas memang betul broker dapat diuntungkan jika kripto diperdagangkan di bursa berjangka Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved