Breaking News:

Kepercayaan dan Layanan Digital Kunci Orang Indonesia Memilih Bank

Dibandingkan tahun lalu, Bank DBS Indonesia berhasil meningkatkan skornya pada hampir setiap dimensi penilaian, yang mencakup kepuasan secara umum

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan Bank DBS Indonesia dicek suhu tubuhnya saat tiba di area kantor DBS Tower, Jakarta, Selasa (30/06/2020). Sebagai lembaga keuangan yang menjalankan praktik bisnis dan perbankan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, Bank DBS Indonesia turut menerapkan protokol kesehatan dan penyesuaian operasional untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada masa transisi PSBB. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei yang dilakukan Forbes dan Statista menemukan fakta bahwa kepercayaan dan layanan digital menjadi dua alasan terbesar masyarakat Indonesia dalam memilih bank terbaik andalan mereka.

Penghargaan ini diperoleh berdasarkan testimoni para nasabah yang sudah merasakan layanan dan produk Bank DBS Indonesia.

Nasabah dapat mendapatkan pengalaman new way of banking tanpa dirumitkan dengan urusan perbankan atau yang Bank DBS Indonesia sebut dengan Live more, Bank less.

Hal inilah yang menjadikan Bank DBS Indonesia berhasil meraih peringkat pertama World’s Best Banks di Indonesia.

Fakta ini didukung oleh pernyataan Banking Analyst Statista, Sukyung Kim.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, Bank DBS Indonesia berhasil meningkatkan skornya pada hampir setiap dimensi penilaian, yang mencakup kepuasan secara umum dan rekomendasi.

Baca juga: Kuartal I Tahun 2021, Transaksi Virtual Account Bank Sampoerna Capai 5,5 Juta Transaksi

Hal ini yang membuat Bank DBS Indonesia menduduki posisi teratas pada World’s Best Banks tahun ini di Indonesia,” kata Sukyung Kim dalam keterangannya, Senin (17/5/2021).

Penghargaan ini, kata dia membuktikan komitmen Bank DBS Indonesia dalam bertransformasi secara inovatif apalagi Bank DBS Indonesia juga dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2020 di peringkat kedua oleh Forbes.

Transformasi digital Bank DBS Indonesia telah dimulai sejak 2017 sejak meluncurkan layanan perbankan digital digibank by DBS sebagai full-fledged digital banking yang memungkinkan nasabah untuk melakukan berbagai transaksi perbankan mulai dari membuka rekening, menabung, deposito, transfer valas, hingga investasi obligasi baik di Pasar Perdana maupun Pasar Sekunder hanya melalui genggaman tanpa harus ke cabang (branchless), tanpa perlu mengisi dokumen fisik (paperless), dan tanpa memerlukan tanda tangan basah (signatureless).

Tidak hanya itu, untuk nasabah korporasi Bank DBS Indonesia menyediakan layanan DBS IDEAL RAPID yang mengintegrasikan pemrosesan secara real time pembayaran, piutang, dan pencarian informasi tentang alur kerja bisnis nasabah, serta memfasilitasi transaksi bisnis di jaringan (ekosistem) mereka.

Baca juga: BNI Jadi Satu-satunya Bank dari Indonesia yang Ada di Jepang

Paulus Sutisna, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia mengatakan, pencapaian yang kami peroleh merupakan pengakuan atas hasil kerja keras dari tim Bank DBS Indonesia yang senantiasa menciptakan inovasi dan menyediakan solusi serta pengalaman perbankan terbaik yang dapat diandalkan nasabah.

"Kami percaya bahwa ada peluang yang dapat diambil dari kondisi saat ini, terutama untuk mengakselerasi layanan digital Bank DBS Indonesia sehingga nasabah dapat semakin dimudahkan dalam melakukan transaksi perbankan untuk mewujudkan komitmen kami sebagai bank terpercaya pilihan nasabah dan menjadi pemimpin inovasi digital,” katanya.

Secara terpisah, Bank DBS Indonesia juga meraih penghargaan internasional lain dengan dinobatkan sebagai Indonesia’s Best Trade Finance Provider Award 2021 oleh Global Finance dan Best Risk Management Project (Risk Culture Project) pada Digital Awards 2021 oleh The Asset Triple A Awards.

Forbes bekerjasama dengan perusahaan riset pemasaran Statista untuk memberikan penghargaan kepada 500 institusi perbankan di dunia melalui survei kepada 43.000 nasabah di 28 negara terkait bank yang digunakan responden.

Kriteria penilaian dari penghargaan ini dibagi menjadi tiga, yakni rekomendasi, tingkat kepuasaan dan lima kriteria lain termasuk kepercayaan (trust), syarat & ketentuan (terms & condition), pelayanan konsumen (customer service), layanan digital (digital services), dan nasihat keuangan (financial advice).

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved