Breaking News:

Lebaran 2021

Sandi Evaluasi terkait Meningkatnya Jumlah Pengunjung Destinasi Wisata saat Libur Lebaran

Sandi juga sejak awal sudah meminta pengelola tempat wisata menjalankan panduan Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).

Tribunnews/Jeprima
Sejumlah wisatawan memadati kawasan Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, Jumat (14/5/2021). Pemprov DKI Jakarta pada libur Lebaran 2021 membuka sejumlah tempat wisata, di antaranya wisata Ancol yang diperuntukkan khusus bagi warga ber-KTP DKI Jakarta dan membatasi jumlah wisatawan dengan kapasitas 30 persen. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno akan melakukan evaluasi terkait pengunjung destinasi wisata yang meningkat signifikan di masa libur lebaran 2021.

Menurutnya, sudah ada aturan batasan kapasitas pengunjung yang diperbolehkan dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Jangan sampai di tempat wisata kita melihat masyarakat yang abai protokol kesehatan," ujar Sandiaga Uno, Senin (17/5/2021).

Sandi juga sejak awal sudah meminta pengelola tempat wisata menjalankan panduan Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE).

Menparekraf secara tegas mengatakan masih ada destinasi wisata yang belum patuh.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Kondisi Objek Wisata di Jakarta Hari ini Sudah Terkendali

"Kami koordinasi menindaklanjuti agar dalam beberapa hari ke depan ini bisa kita tingkatkan dan tidak memicu penularan Covid-19," ujar dia.

Dia menilai jangan sampai para pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif justru ditutup usahanya karena tidak bisa menerapkan protokol kesehatan.

"Bagi para pengelola destinasi wisata, terutama di zona-zona yang memiliki potensi risiko yang lebih tinggi. Kami tentunya memberikan arahan agar destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif tersebut lebih baik ditutup," ujarnya.

Dia menyatakan pemerintah membutuhkan peran serta masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Keselamatan bangsa untuk terlepas dari jeratan Covid-19 bergantung kepada kemampuan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan," ujarnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved