Breaking News:

Menteri Sandi Dorong Pengembangan Akses dan Infrastruktur Pariwisata Kawasan Borobudur

Borobudur dengan homestay dan produk ekonomi kreatifnya terus beradaptasi dengan keterampilan atau keahlian baru.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
HANDOUT
Menparekraf Sandiaga Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, terus menindaklanjuti pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kawasan Borobudur.

Salah satunya adalah pembangunan akses jalan dan infrastruktur menuju lahan otoritatif Badan Otorita Borobudur (BOB) yang mulai bisa dikerjakan dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Sandi, pembangunan akses jalan dan infrastruktur diperlukan untuk peningkatan lebar dan kualitas jalan masuk ke zona otorita dari Kabupaten Purworejo melalui Desa Sedayu sepanjang 23 km.

Baca juga: Sandiaga Apresiasi Kebijakan Pemda Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

"Selanjutnya terkait status lahan yang sedang diupayakan pengurusan dari sertifikat APL (Area Penggunaan Lain) ke HPL (Hak Pengelolaan)," jelas Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangannya, Jumat (21/5/2021).

"Ini yang sedang kita proses dengan KLHK, targetnya bulan Juli ini untuk yang Polygon II dan bulan Desember untuk yang Polygon I,” sambungnya.

Baca juga: Kerja dari Bali Jadi Upaya Pemulihan Ekonomi Lewat Sektor Pariwisata

Untuk polygon I sendiri luas wilayahnya sebesar 21,22 Ha, sedangkan polygon II luas wilayahnya 31,12 Ha telah selesai pemenuhan syarat TMKH (Tukar Menukar Kawasan Hutan), sehingga poligon II diproyeksikan rampung lebih cepat dibandingkan dengan poligon I.

Selanjutnya, ada pula kerja sama jangka panjang dengan Perum Perhutani yang sudah ada dalam bingkai MoU Kemenparekraf dengan BUMN.

Menparekraf mengatakan, pihaknya akan mendorong dewan pengarah untuk memastikan bahwa kerja sama tersebut bisa direalisasikan.

Langkah ini dilakukan Kemenparekraf secara all out, karena Borobudur adalah salah satu dari lima destinasi super prioritas, dan juga Borobudur ini mampu membuka peluang kerja seluas-luasnya.

Borobudur dengan homestay dan produk ekonomi kreatifnya terus beradaptasi dengan keterampilan atau keahlian baru. Sehingga bisa memasarkan secara offline dengan konsep storynomics.

"Para pelaku nantinya bukan hanya bisa berjualan online dan bisa membuat konten, tetapi juga bisa menceritakan dalam konsep storynomics agar terciptanya ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang berpihak kepada masyarakat sekitar Borobudur," jelas Menteri Sandi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved