KKP Gelar Pelatihan Tingkatkan Produksi Usaha Budidaya Ikan Air Tawar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar di penjuru daerah.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pelatihan bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar di penjuru daerah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha budidaya ikan air tawar di penjuru daerah.

Kali ini, KKP menghadirkan pelatihan pembesaran ikan air tawar bagi masyarakat perikanan di Kabupaten Cilacap pada 22-23 Mei 2021.

Tujuannya tidak lain guna meningkatkan produksi usaha.

Baca juga: Percontohan Klaster Udang Sukamara Tunjukkan Produktivitas Tinggi, KKP: Bisa Bangkitkan Ekonomi

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Sjarief Widjaja mengatkaan para peserta dibekali dengan berbagai materi yang terstruktur dari hulu ke hilir.

Yaitu dimulai dengan persiapan wadah dan media penebaran benih, manajemen pakan, manajemen kualitas air, manajemen kesehatan ikan dan udang, dan diakhiri dengan materi pemanenan.

“Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun-tahun mendatang produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap. Hal ini didasari oleh supply ikan laut yang terus berkurang sementara demand konsumsi ikan akan terus meningkat,” ucapnya, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Genjot Produksi, KKP Kembali Salurkan 350 Ribu Benih Ikan Air Tawar untuk Pembudidaya di Kalimantan

KKP menyatakan bahwa menurut laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun, di mana sebagian besar konsumsinya merupakan pasokan hasil ikan laut.

Padahal, para peneliti dunia meramalkan bahwa bila tidak ada perubahan model produksi, di masa mendatang produksi perikanan tangkap akan mengalami penurunan dan Ikan di laut akan semakin sulit didapatkan.

“Oleh karena itu pelatihan digalang agar pembudidaya bisa terus mengasah dan menambah kompetensinya sehingga dapat mempersiapkan diri untuk mendorong usahanya melalui momentum ini,” jelas Sjarief.

Pelatihan Pembesaran Ikan Air Tawar ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam menggenjot tiga Program Prioritas KKP 2021-2024 sebagai langkah terobosan dalam pelaksanaan program sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan.

Di antaranya yaitu pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.

Turut menginisiasikan pelatihan ini, Komisi Anggota DPR-RI Komisi IV, Sunarna menyampaikan bahwa potensi perikanan Kabupaten Cilacap sangat berlimpah, namun sebagian besar belum dapat termanfaatkan dengan maksimal.

Dia menyebut, Kabupaten Cilacap memiliki dua balai produksi benih ikan air tawar yang dapat mendukung kegiatan budidaya ikan air tawar.

“Selain daripada potensi perikanannya yang melimpah, Kabupaten Cilacap juga memiliki Balai Benih Ikan Air Tawar di Sugihan dan Majenang. Jika dimanfaatkan dengan baik, pembudidaya dapat menekan biaya produksi dan memaksimalkan usahanya,” ucapnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved