Breaking News:

IKM Kosmetik Asal Bali Mampu Tembus Pasar Korea, Kemenperin Fasilitasi Legalisasi dan Pemasaran 

Saat ini, Bali Alus memproduksi 400 varian produk dan terus menyesuaikan produksinya dengan kebutuhan pasar

dok Kementerian Perindustrian
Gati Wibawaningsih 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut Industri Kecil Menengah atau IKM kosmetik tak hanya mampu menggarap pasar dalam negeri.

Hal ini dibuktikan oleh IKM PT Bali Alus yang telah berdiri sejak tahun 2000.

IKM tersebut merupakan unggulan di Bali yang menghasilkan produk-produk kosmetik dan spa untuk bodycare, serta aromatherapy.

Saat ini, Bali Alus memproduksi 400 varian produk dan terus menyesuaikan produksinya dengan kebutuhan pasar. Bali Alus juga telah mengekspor produknya ke Korea Selatan. 

"Dengan mampu mengekspor produk ke Korea Selatan, menunjukkan kualitas dan kualifikasi produk yang memang sudah tinggi," tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Abdee Slank Dianggap Tak Bisa Naikkan Kinerja Telkom, Ini Jawaban Kementerian BUMN

Menperin menambahkan, diversifikasi tujuan ekspor penting bagi IKM.

Untuk itu, Kemenperin juga bekerja sama dengan platform marketplace internasional seperti Alibaba, agar produk IKM Indonesia dapat masuk ke sana dan menjangkau pasar luar negeri.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, menyampaikan pihaknya melakukan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bimbingan teknis, pengembangan teknologi melalui fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan, serta fasilitasi transformasi menuju industri 4.0.

"Selain itu, fasilitasi legalisasi seperti Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan izin edar, serta fasilitasi pemasaran digital melalui program e-Smart IKM, serta pameran virtual IKM kosmetik dan produk spa," jelas Gati.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan yang gemilang sebesar 9,39 persen.

Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB sebesar 1,92 persen dengan nilai ekspornya yang mencapai 1,4 miliar dolar AS. 

Selain mengunjungi PT Bali Alus untuk melihat proses produksi di IKM tersebut, Menteri Perindustrian juga melakukan kunjungan ke IKM pangan Delicacao Bali di Tabanan.

"Saya berharap, melalui peninjauan seperti ini, kami bisa mendapatkan informasi melalui sudut pandang langsung pelaku IKM khususnya di Bali, sehingga bisa menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas program-program pembinaan yang kami lakukan agar lebih optimal dan lebih tepat sasaran," ucap Menperin. 

Penulis: Lita Febriani
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved