Breaking News:

Penanganan Covid

Kominfo Pacu Ekonomi Digital di Yogyakarta Menggeliat Lagi

Pandemi Covid-19 telah memberi dampak nyata terhadap penurunan kinerja perekonomian DIY. 

HANDOUT
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary di Webinar Creative Talk Pojok Literasi Geliat Ekonomi Digital Kota Yogya di Tengah Pandemi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Septriana Tangkary menegaskan pemerintah berupaya memacu kembali ekonomi digital di Yogyakarta.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah memberi dampak nyata terhadap penurunan kinerja perekonomian DIY

"Perekonomian DIY rata-rata tumbuh 5,47 persen per tahun selama periode 2010- 2019, tetapi mengalami kontraksi hingga 2,69 persen pada tahun 2020," kata Septriana saat membuka acara Webinar Creative Talk Pojok Literasi  Geliat Ekonomi Digital Kota Yogya di Tengah Pandemi, Selasa (1/6/2021).

Dia menjelaskan kontraksi terjadi pada sebagian besar kategori usaha, terutama yang berbasis mobilitas dan pariwisata. 

Baca juga: KKP: Bisnis Olahan Ikan Jadi Peluang di Masa Pandemi

Struktur perekonomian DIY sebelum dan selama masa pandemi Covid-19 juga mengalami sedikit perubahan. 

Kategori industri pengolahan dan pertanian masih cukup dominan dalam perekonomian dan andilnya sedikit meningkat selama masa pandemi.

Baca juga: Triwulan I 2021, Emiten Produsen Udang Beku Olahan Raup Laba 4,5 Juta Dollar AS

"Dalam usaha pemulihan ekonomi, masyarakat dan pelaku usaha termasuk UMKM juga mempunyai peran yang strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi digital Indonesia. Pemerintah memberikan kemudahan/stimulus fiskal dan moneter, seyogyanya disambut dengan positif oleh pelaku usaha dengan menggerakkan usahanya secara baik," tutur dia.

Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan, Kemenko Perekonomian Chairul Saleh menyampaikan pelaku UMKM mengalami dampak terjadinya pandemi seperti penurunan pendapatan, penundaan pelunasan pinjaman dan bantuan modal. 

Pemerintah memberikan stimulus, antara lain restrukturisasi pinjaman, bantuan modal, keringanan tagihan listrik, dan dukungan pembiayaan.

"Indeks Literasi Digital Indonesia (2020), berada pada skala ‘Sedang’ menuju ‘Baik’, yaitu skala 3,47 dari 5,00 . Hal ini perlu menjadi perhatian dan tantangan kita bersama untuk dapat bekerja keras dalam meningkatkan kapasitas SDM Digital," terang Chairul.

Chairul menambahkan sektor informasi dan komunikasi serta industri pengolahan adalah dua kontribusi perekonomian kota Yogyakarta pada tahun 2020.

Sementara potensi industri kecil dan menengah di kota Yogyakarta di antaranya makanan, obat tradisional, kerajinan kulit, alumunium dan tekstil.

Regional Manager Link Aja Jateng-DIY, Theodora Gagarina menjelaskan sebagai salah satu bentuk financial technology asli Indonesia, Link Aja berniat memperluas upaya akselerasi inklusi keuangan dan ekonomi di Indonesia. 

Keberadaan Link Aja sebagai alat pembayaran cashless tentunya kelak akan mempermudah proses transaksi.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved