Breaking News:

Kelompok Tani Desa Makmur Panen Tomat dan Cabai Hingga 4,6 Ton, Omzet Rp 57 Juta

Program DMPA sendiri bertujuan untuk mengajak dan membina masyarakat untuk mengelola lahan secara agroforestri

zoom-inlihat foto Kelompok Tani Desa Makmur Panen Tomat dan Cabai Hingga 4,6 Ton, Omzet Rp 57 Juta
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI Seorang petani memetik tomat yang sudah matang saat panen di perkebunan tomat.

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok Tani Sumber Rezeki binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) PT Surya Hutani Jaya berhasil panen tomat 3,5 ton, dan cabai 1,1 ton, dengan total penghasilan bersih mencapai lebih dari Rpv57 juta.

Kelompok tani yang berasal dari Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini selain berhasil meningkatkan pendapatannya, juga aktif mengajak masyarakat sekitar agar mengelola dan membuka lahan dengan tidak membakar.

Hal ini bertujuan agar Desa dan kawasan sekitar dapat terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki Saiful mengatakan bahwa kelompok tani binaannya juga telah beberapa kali panen berkat binaan program DMPA PT Surya Hutani Jaya yang merupakan mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.

Jika dihitung, total panen sebelumnya untuk tomat mencapai lebih dari 20 Ton, dan cabai sekitar 2 Ton.

Baca juga: Presiden Jokowi Tinjau Panen Raya Padi di Kabupaten Malang

Siaiful juga aktif membantu petani lain berupa bibit, pupuk dan saprodi pertanian.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang cukup melimpah, serta agar program DMPA ini juga dapat dirasakan oleh petani-petani lainnya.

Adapun program yang di berikan oleh pihak perusahaan kepada kelompok tani Sumber Rezeki, seperti budidaya cabai, tomat, timun, semangka dan jagung.

Program DMPA ini sudah di mulai sejak tahun 2018.

Baca juga: Kisah Petani Mojokerto Bisa Beli Avanza dari Hasil Panenan Cabai, Berkah Harga Sedang Melambung

"Perusahaan berharap agar program DMPA yang sudah diberikan dapat terus dikembangkan dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya kelompok Sumber Rezeki yang merasakan manfaat program ini, tetapi kelompok-kelompok lainya yang berada di sekitar perusahaan. Selain itu, melalui program ini diharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis antara masyarakat, pihak Desa, dan perusahaan, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lestari dan terhindar dari karhutla," kata Head External Relation PT Surya Hutani Jaya Rudi Sasgo.

Program DMPA sendiri bertujuan untuk mengajak dan membina masyarakat untuk mengelola lahan secara agroforestri, dan tidak melakukannya dengan cara dibakar.

Selain itu, memberi kesempatan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya.

Di Provinsi Kalimantan Timur sendiri program DMPA inisiasi APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya telah berjalan di 25 Desa dengan total penerima manfaat mencapai 200 KK yang tersebar di 3 Kabupaten.

Sedangkan di tahun 2021, akan ditargetkan untuk menambah 5 desa sebagai penerima manfaat program DMPA.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved